Mereka sudah membuat surat pernyataan meminta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut," katanya, dikutip dari TribunJambi.com.
Baca: Jadi Korban Bully Kakak kelas, Siswa SMP di Cilacap Kerap Menangis & Kini Dirawat di RS
Sementara itu, mahasiswa UIN Jambi bernama Diva sudah mengetahui video bullying di kampusnya.
Ia menyayangkan aksi tersebut kenapa bisa terjadi.
Menurut Diva, pihak kampus melalui dosen-dosennya sudah memberikan warning agar tidak melakukan perundungan.
"Sebenarnya setiap mau KBM atau sesudah belajar di kelas, para dosen selalu mengingat mahasiswa untuk tidak melakukan bullying antar mahasiswa dan itu rutin dilakukan," katanya.
Berawal video viral
Video bullying yang menimpa C sebelumnya diunggah oleh sejumlah akun Instagram, salah satunya @undercover.
Pada awal video tampak C bersama rekannya sedang berada di dalam lift.
Ia berusaha menutup pintu lift, namun tidak bisa karena dijahili oleh sejumlah mahasiswa.
"Ter-bully," kata salah satu pelaku sambil tertawa.
Aksi perundungan semakin parah setelah mahasiswa lain membawa tong sampah berwarna kuning.
Nampaknya dia berniat memasukan benda tersebut ke dalam lift tempat C dan rekannya berada.
Namun aksi tersebut dibatalkan, ia mengembalikan tong sampah ke tempatnya.
Kemudian terdengar suara yang menyebutkan satu pelaku perundungan.
"Ingat ya yang bully namanya Raja," kata dalam video.
"Udah divideo kok," kata C.
C dan rekannya terus diganggu oleh para pelaku. Lagi-lagi pintu lift dibuat agar tidak segera menutup.
Para pelaku kembali menertawakan C seolah puas telah melakukan pem-bully-an.
Kelakuan pelaku membuat geram rekan C. Ia meminta para pelaku menghentikan aksinya.
"Sudahlah," teriaknya.