TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menolak wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum PDIP untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri.
Menurut Bambang Pacul, PDIP bisa menjadi kuat lantaran perjalanan sejarah Megawati sejak puluhan tahun lalu.
Bambang Pacul menyebut wacana tersebut muncul dari orang tidak memahami sejarah partai berlambang banteng itu.
“Orang ingin mengganti Ketum Bu Mega itu artinya tidak belajar sejarah. Ya mohon maaflah kalau ingin PDIP mati suaranya, declining, ya monggo, itu keputusan kongres nanti. Pak Pacul sebagai Ketua DPD akan ngomong gini. Saya pastikan kalau ketua umum ganti, declining suaranya. Kenapa? lihat sejarah,” kata Pacul selepas menghadiri Rakerda PDIP Jateng di Panti Marhaen, Rabu, (4/10/2023).
Pacul mengklaim kekuatan PDIP eksis saat ini karena para pendukung melihat partai itu sebagai representasi Sukarno yang menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia.
Baca: Jokowi Tanggapi Usulan Dia Jadi Ketum PDIP, Singgung Nama Puan & Prananda
Kata dia, sebanyak 74 persen pendukung PDIP di Jateng menganggap PDIP sebagai sosok Sukarno.
“Perjalanan PDIP ini karena Bu Mega. Jangan salah. Jadi mengganti trah Soekarno di PDI-P mohon izin itu enggak gampang karena komunitas pemilih PDIP itu (pendukung) Bung Karno. Jateng PDIP direpresentasikan sebagai Bung Karno itu di angka 74 persen, saya belum teliti tempat lain,” kata dia.
“Saya bukan sebagai Ketua DPD, saya kira ini semacam ada demam ketua umum, jadi ketua umum gampang, karena ada partai yang membuat ketua umumnya gampang sekali. Menjadi ketua umum PDP-P itu proses sejarah. Pergulatan kepartaiannya luar biasa. Ibu ketua partai bergulat sejak (tahun) 87 jadi anggota DPR.
Jokowi menolak
Jokowi menanggapi usulan dia menjadi Ketua Umum PDIP untuk menggantikan Megawati.
Dalam pernyataannya, Jokowi tidak menunjukkan sinyal bahwa dia menyambut baik usulan itu.
Jokowi mengaku ingin menghabiskan masa pensiunnya di Kota Surakarta atau Solo setelah lengser dari jabatannya sebagai presiden.
"Saya mau pensiun pulang ke Solo," ujar Jokowi setelah upacara peringatan HUT TNI di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis, (5/10/2023), dikutip dari Kompas.com.
Baca: Keras! Bambang Pacul Respons Isu Jokowi Jadi Ketum PDI-P Gantikan Megawati : Mau Mati Suara, Monggo
Menurut Jokowi, ada sejumlah tokoh dari kalangan muda yang layak menduduki jabatan Ketua Umum PDIP.
"Banyak yang muda-muda," ujar dia.
Jokowi mengatakan tokoh muda itu di antaranya Puan Maharani dan Prananda Prabowo, kedua anak Megawati.
"Mbak Puan, Mas Prananda, gitu kan," katanya.
Tanggapan Sekjen PDIP
Sebelumnya, kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra, mengusulkan Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP. Sementara itu, Megawati diusulkan menjadi anggota Dewan Pembina.
Mengenai usul itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan pergantian ketua umum.
"Bagi PDI Perjuangan, semua itu ada tahapan-tahapan. Tahapan saat ini adalah pemilu serentak presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif, kemudian setelah pemilu nanti partai akan mengadakan rapat kerja nasional yang kelima dan kemudian kongres baru akan dilaksanakan pada tahun 2025," kata Hasto di Kantor DPP PDIP,Menteng, Jakarta, Selasa, (3/10/2023).
Baca: SBY Temui Jokowi, Pengamat Sebut AHY Berpeluang Jadi Menteri Gantikan Dito Ariotedjo
Menurut Hasto, kongres PDIP bisa saja digelar pada bulan April hingga Agustus 2025. Dalam kongres itu akan ditentukan sosok yang nantinya layak menjadi ketua umum.
"Kongres adalah lembaga pengambil keputusan tertinggi yang nanti akan dihadiri oleh utusan. Utusan ini dalam kultur PDI Perjuangan menyerap demokrasi arus bawah."
Hasto tidak mengungkapkan sosok yang berpeluang menggantikan Megawati. Dia hanya mengatakan bahwa partainya akan menitikberatkan demokrasi arus bawah.
Kata Hasto, dalam persoalan itu, lazimnya ialah menempatkan keluarga Sukarno sebagai tokoh utama penggerak partai.
"Khususnya Ibu Megawati Soekarnoputri tidak hanya sebagai pendiri dari PDI Perjuangan, tetapi Ibu Megawati terbukti sudah mampu melakukan suatu langkah langkah konsolidasi kepartaian, mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dari tingkat kabupaten kota provinsi hingga nasional," kata Hasto.
Baca: Jokowi Beri Sinyal Kuat Dukung Ganjar, PDIP Minta Pihak yang Memecah Belah Segera Bertobat
Hasto menyebut arus bawah PDI masih menghendaki Megawati sebagai pemimpin PDIP. Putri Sukarno itu dipandang mempunyai hubungan batin yang melekat dengan beragam tingkatan, dari anak ranting sampai dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Ini dari bacaan arus bawah yang saya lakukan sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan yang menempatkan Ibu Mega pada suatu posisi yang di dalam sejarah partai itu memang menjadi pengikat, bonding," ucap Hasto.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang PDIP di sini.