TRIBUNNEWSWIKI.COM - Politikus PDIP Brando Susanto meminta pihak yang memecah belah segera bertobat setelah Presiden Jokowi memberikan sinyal kuat dukungan kepada bakal capres Ganjar Pranowo.
Sinyal dukungan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakernas IV PDIP di Jiexpo Kemayoran dari tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2023.
"Kode keras dukungan Pak Jokowi kepada Capres Pak Ganjar akan mengembalikan semangat solidaritas kader dan akar rumput untuk tidak lagi abu-abu. Saatnya kita menyatu ke bawah untuk menangkan Pak Ganjar di 2024," kata Brando, Selasa, (3/10/2023), dikutip dari Tribunnews.
Brando menyebut sinyal dari Jokowi itu adalah tamparan keras untuk pihak yang ingin memecah belah PDIP dan koalisi Ganjar.
"Sudah jelas kita saksikan, bahasa 'dilantik' yang dikatakan Pak Jokowi kepada Ganjar mengarah pada keinginan mutlak bahwa hanya Pak Ganjar yang mampu meneruskan cita-cita pembangunan Pak Jokowo," katanya.
Dia turut meminta pihak yang memecah belah itu segera bertobat dan menghentikan hasutan bahwa Jokowi tidak mendukung Ganjar.
"Saya sarankan pihak-pihak yang sengaja memecah belah PDI Perjuangan dengan Pak Jokowi agar segera bertobat. Bertobat dari memakai foto-foto Pak Jokowi dengan capres lain. Ini sebuah fenomena politik yang menggelikan. Karena sudah terbantahkan, kode keras Pak Jokowi sudah menyatu dengan arah kemenangan Ganjar Pranowo di 2024."
Baca: Sinyal Kuat Jokowi Dukung Ganjar: Pak Ganjar, setelah Dilantik Jadi Presiden, Langsung Kerja
Baca: Prabowo & Ganjar Bersaing Ketat, Pengamat Sebut Jatim Jadi Kunci Kemenangan dalam Pilpres
Jokowi minta Ganjar langsung bekerja
Dalam acara rakernas, Jokowi dengan tegas meminta Ganjar langsung bekerja setelah dilantik.
"Pak Ganjar, pokoknya setelah nanti dilantik (menjadi presiden) langsung kerja, masuk pada kedaulatan pangan. Enggak usah lama-lama, hari ini dilantik besok langsung kerja," kata Jokowi saat memberikan sambutan acara itu di Jakarta International Expo, Jumat, (29/9/2023), dikutip dari Tribunnews.
Jokowi tampak yakin bahwa Ganjar yang diusung oleh PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura bisa menang pilpres tahun depan.
"Jadi, perencanaan kerja bisa dilakukan mulai sekarang, sehingga langsung bisa dieksekusi usai dilantik. Jadi kedaulatan pangan betul-betul bisa dilaksanakan," ujar Jokowi.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meyakini ucapan yang disampaikn Jokowi kepada Ganjar adalah kode keras bahwa Jokowi mendukung mantan Gubernur Jawa Tengah itu.
"Ini juga menunjukkan sinyal yang sangat kuat, ini hard code dari Presiden Jokowi terhadap Pak Ganjar Pranowo. Jadi, pangan mempersatukan, pangan membangun komitmen pemenangan pemilu legislatif dan presiden secara bersama-sama," kata Hasto pada hari yang sama, dikutip dari Kompas.com.
"Juga bagi Bapak Ganjar Pranowo untuk langsung menata secara ideologis dan kemudian teknokratis, sehingga visi teknis yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu akan dijabarkan dengan baik," kata Hasto.
Baca: Tanggapi Wacana Duet dengan Ganjar, Prabowo Acungkan Jempol: Yang Penting Indonesia Maju
Baca: Kaesang Resmi Jadi Ketua Umum PSI, Dianggap Sinyal Jokowi Pisah Jalan dengan PDIP
Di samping itu, Hasto menyebut Jokowi dan Ganjar memiliki napas kepemimpinan yang sama dengan Presiden Sukarno dan Megawati Sukarnoputri ketika membicarakan petani.
Hasto menyebut Sukarno membangun falsafah pembebasan yang berasal dari petani. Sementara itu, putrinya, Megawati, bisa menyelesaikan krisis dan menjadi sosok pemimpin yang memperhatikan persoalan pangan.
Kemudian, Jokowi membangun infrastruktur demi kedaulatan pangan.
"Dan Pak Ganjar yang menerima bisikan berkali-kali dari Presiden Jokowi langsung diminta untuk bergerak cepat," katanya.
Ganjar & Jokowi gandeng tangan Megawati