Jokowi Tanggapi Usulan Dia Jadi Ketum PDIP, Singgung Nama Puan & Prananda

Jokowi mengaku ingin menghabiskan masa pensiunnya di Solo setelah lengser dari jabatannya sebagai presiden.


zoom-inlihat foto
lana-Joko-Widodo-mencium-tangan-Ketua-Umum-DPP-PDI-Perjuangan-Megawati.jpg
Warta Kota /Adhy Kelana
Joko Widodo mencium tangan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi usulan dia menjadi Ketua Umum PDIP untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Dalam pernyataannya, Jokowi tidak menunjukkan sinyal bahwa dia menyambut baik usulan itu.

Jokowi mengaku ingin menghabiskan masa pensiunnya di Kota Surakarta atau Solo setelah lengser dari jabatannya sebagai presiden.

"Saya mau pensiun pulang ke Solo," ujar Jokowi setelah upacara peringatan HUT TNI di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis, (5/10/2023), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Jokowi, ada sejumlah tokoh dari kalangan muda yang layak menduduki jabatan Ketua Umum PDIP.

"Banyak yang muda-muda," ujar dia.

Jokowi mengatakan tokoh muda itu di antaranya Puan Maharani dan Prananda Prabowo, kedua anak Megawati.

"Mbak Puan, Mas Prananda, gitu kan," katanya.

Baca: Keras! Bambang Pacul Respons Isu Jokowi Jadi Ketum PDI-P Gantikan Megawati : Mau Mati Suara, Monggo

Tanggapan Sekjen PDIP

Sebelumnya, kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra, mengusulkan Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP. Sementara itu, Megawati diusulkan menjadi anggota Dewan Pembina.

Mengenai usul itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan pergantian ketua umum.

"Bagi PDI Perjuangan, semua itu ada tahapan-tahapan. Tahapan saat ini adalah pemilu serentak presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif, kemudian setelah pemilu nanti partai akan mengadakan rapat kerja nasional yang kelima dan kemudian kongres baru akan dilaksanakan pada tahun 2025," kata Hasto di Kantor DPP PDIP,Menteng, Jakarta, Selasa, (3/10/2023).

Menurut Hasto, kongres PDIP bisa saja digelar pada bulan April hingga Agustus 2025. Dalam kongres itu akan ditentukan sosok yang nantinya layak menjadi ketua umum.

"Kongres adalah lembaga pengambil keputusan tertinggi yang nanti akan dihadiri oleh utusan. Utusan ini dalam kultur PDI Perjuangan menyerap demokrasi arus bawah."

Hasto tidak mengungkapkan sosok yang berpeluang menggantikan Megawati. Dia hanya mengatakan bahwa partainya akan menitikberatkan demokrasi arus bawah.

Kata Hasto, dalam persoalan itu, lazimnya ialah menempatkan keluarga Sukarno sebagai tokoh utama penggerak partai.

Baca: SBY Temui Jokowi, Pengamat Sebut AHY Berpeluang Jadi Menteri Gantikan Dito Ariotedjo

"Khususnya Ibu Megawati Soekarnoputri tidak hanya sebagai pendiri dari PDI Perjuangan, tetapi Ibu Megawati terbukti sudah mampu melakukan suatu langkah langkah konsolidasi kepartaian, mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dari tingkat kabupaten kota provinsi hingga nasional," kata Hasto.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Hasto menyebut arus bawah PDI masih menghendaki Megawati sebagai pemimpin PDIP. Putri Sukarno itu dipandang mempunyai hubungan batin yang melekat dengan beragam tingkatan, dari anak ranting sampai dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Ini dari bacaan arus bawah yang saya lakukan sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan yang menempatkan Ibu Mega pada suatu posisi yang di dalam sejarah partai itu memang menjadi pengikat, bonding," ucap Hasto.

F.X. Rudy bangga





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved