"Rahasia," katanya.
Baca: Menpora Dito Ariotedjo Klarifikasi Harta Kekayaan Rp282 Miliar yang Kebanyakan Hadiah: Kita Jujur
Demokrat: Tidak mewakili partai
Demokrat membenarkan adanya pertemuan antara Jokowi dan SBY.
"Ya benar. Pak SBY bertemu dengan Pak Jokowi di Istana Bogor," kata Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Selasa, (3/10/2023).
Ketika ditanya apakah dalam pertemuan itu dibahas tawaran Demokrat masuk kabinet, Andi tidak menjawabnya dengan jelas.
Dia hanya meminta masyarakat bersabar. "Sabar ya," katanya.
Menurut Andi, pertemuan antara SBY dan Jokowi itu tidak mewakili partai.
"Itu pertemuan presiden yang pernah memerintah dan sedang memerintah. Bukan SBY sebagai majelis tinggi partai. Level pembicaraan beyond soal partai dan pemilu," kata dia.
"Ada silaturahmi kebangsaan antara Pak SBY dan Pak Jokowi. Pertemuan dua presiden, Presiden RI ke-6 Pak SBY dan Presiden Jokowi tentu yang dibicarakan terkait politik kebangsaan dan politik kenegaraan. Silaturahmi ini akan memberi dampak positif membuat dinamika politik menjadi lebih teduh dan sejuk."
Baca: Demokrat Akhirnya Merapat ke Koalisi Prabowo, Begini Tanggapan Gerindra
Tanggapan Gerindra
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani buka suara tentang rumor perombakan atau reshuffle kabinet Jokowi.
Muzani menyebut perombakan itu adalah hak prerogratif Presiden Jokowi.
"Reshuffle itu kan menjadi hak prerogatif presiden dalam sistem pemerintahan presidensil presiden berhak melakukan evaluasi terhadap pembantu-pembantunya," kata Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, (3/10/2023), dikutip dari Tribun Medan.
Muzani kembali menyebut reshuffle wewenang Jokowi sepenuhnya. Namun, dia mengaku belum mendengar bahwa Jokowi akan merombak kabinet.
"Saya belum dengar. Saya belum dengar saya belum mendapatkan informasi tentang hal itu."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Partai Demokrat di sini.