TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang kepala sekolah berinisial SEEH di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Musa Banu, lantaran diduga memaksa tiga murid SD menjilat tembok dan menganiaya mereka.
Musa mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada SEEH untuk dimintai keterangan.
SEEH sendiri mengaku ingin menyelesaikan perkara itu dengan cara kekeluargaan. Namun, perkara itu tidak kunjung diselesaikan.
"Ternyata tidak diselesaikan juga. Jadi, kami langsung ambil alih," ujar Musa, Senin, (2/10/2023), dikutip dari Kompas.com.
"Jadi, kami sudah keluarkan surat panggilan untuk menghadap sehingga besok kami ambil keterangannya dulu."
Musa menyebut jika kepala sekolah berjenis kelamin perempuan itu tak menghadap, pihaknya akan datang ke sekolah guna bertemu langsung dengan dia, tiga korban, dan orang tua masing-masing.
Kata Musa, apabila ditemukan adanya pelanggaran, SEEH bakal diberi sanksi tegas. Musa enggan mengungkapkan sanksi apa yang akan dijatuhkan.
Baca: VIRAL Murid Bacok Guru di MA Yasua Demak Lalu Kabur Pakai Motor, Pelaku Dalam Pengejaran Polisi
Baca: KRONOLOGI Guru Diketapel Orangtua Murid Sampai Buta Permanen Gara-gara Tegur Siswa Merokok
Kronologi
Tiga siswa yang diduga diminta menjlat tembok itu berinisial JT, AB, dan SB.
Mereka menceritakan peristiwa itu kepada Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Kabupaten TTS, Yorim Fallo, dalam video berdurasi 4 menit 11 detik.
JT mengklaim telah dianiaya oleh SEEH lantaran bermain sumpit-sumpitan menggunakan sedotan bekas es cendol di dalam kelas pada hari Senin, (18/09/2023).
Peristiwa itu bermula saat mereka keluar dari sekolah. JT, AB, dan SB masih berada di dalam kelas dan bermain sumpit-sumpitan.
Teman-teman ketiga murid itu kemudian memberitahukan hal itu kepada SEEH. SEEH memanggail ketiganya dan meminta mereka mencontohkan cara bermain sumpit-sumpitan.
"Setelah itu, ibu suruh kami tiga jilat tembok, jilat pintu, dan jilat kaca. Setelah itu makan kertas dan telan," kata JT.
Menurut JT, SEEH mengatakan jika ketiganya tidak menelan kertas, ketiganya tidak akan pulang dari sekolah. Murid-murid lain turut menyaksikan peristiwa itu.
Baca: Jadi Korban Bully Kakak kelas, Siswa SMP di Cilacap Kerap Menangis & Kini Dirawat di RS
Baca: Siswa SMP di Cilacap Di-bully Kakak Kelas, Tulang Rusuknya Patah & Alami Sesak Napas
JT juga mengklaim dipukul oleh kepala sekolah. "Saya dipukul sebanyak tiga kali dan teman SB dipukul sekali," kata JT.
Selain dipukul dengan kayu, JT juga mengaku dipukul dengan tangan berulang-ulang.
JT menangis karena tak tahan dipukul. Pukulan itu membuat JT kesakitan dan muncul tanda pada lengan kiri bagian atas.
JT dan orang tuanya kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Markas Kepolisian Sektor Kualin, TTS.
"Kasus ini telah dilaporkan pada tanggal 18 September 2023, dengan laporan polisi nomor LP/B/25/IX/2023/Sek Kualin/Res TTS/Polda NTT," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy, Kamis sore, (21/9/2023).
Ariasnady mengatakan para korban telah divisum et rerpertum.
Baca: Kisah Kepala Sekolah di Tulungagung Dicopot setelah Wali Murid Keluhkan Mahalnya Harga Kain Seragam
Baca: Polisi Ungkap Motif Siswa SMP di Cilacap Bully Habis-habisan Adik Kelasnya hingga Terluka
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain seputar NTT di sini.