TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok otak di balik rumah produksi film porno Kelas Bintang di Jakarta Selatan (Jaksel) akhirnya terungkap.
Adalah Irwansyah, sutradara, produser, sekaligus pencetus dari rumah produksi film asusila Kelas Bintang yang digerebek polisi.
Rumah produksi film dewasa tersebut melibatkan sejumlah artis dan selebgram terkenal di tanah air.
Sebut saja selebgram OnlyFans Siskaeee dan artis kenamaan Virly Virginia.
Bukan tanpa sebab Irwansyah menjadi sutradara dan produser dalam menggarap film yang meanampilkan aksi tak senonoh Siskaeee dan Virly Virginia itu.
Sebelum itu, rupanya pria berbadan gempal itu mulanya membuat rumah produksi bernama Kelas Bintang sebagai wadah untuk memproduksi sinetron, FTV, dan iklan.
Karena tidak laku, Irwansyah pun mengubah bisnis produksi Kelas Bintang menjadi bisnis yang memproduksi berbagai film mesum dewasa.
Baca: Pantas Siskaeee dan Virly Virginia Mau Jadi Bintang Film Dewasa Karya Irwansyah, Untung Ratusan Juta
"Awalnya Irwansyah membuat Kelas Bintang sebagai rumah produksi sinetron, FTV, dan iklan (bahkan mengklaim film layar lebar di tahun 2012-2013)," kata akun X (dulu Twitter) @javminded, dikutip TribunnewsWiki pada Rabu, 13 September 2023.
"Namun karena tak kunjung laku, akhirnya dia mengubah bisnis produksinya ke konten video dewasa mulai tahun 2011," sambungnya.
Dalam membuat film dewasa itu, Irwansyah mengaku terinspirasi dari industri film porno Jepang.
Mulanya, dia mengunggah film buatannya itu di kanal YouTube.
Namun, kemudian ia mulai merambah ke layanan streaming berlangganan.
"Pemilik sekaligus produser dan sutradara dari Kelas Bintang, yaitu Irwansyah ternyata pernah mengaku inspirasi idenya membuat film esek-esek berasal dari konsep Jepang (JAV)," tutur akun itu.
Irwansyah sendiri dikenal sebagai sutradara sekaligus produser yang sudah berkarier di dunia hiburan tanah air sejak tahun 2012 yang lalu.
Baca: Viral Lagi di X Video Syur Diduga Mirip Rebecca Klopper Durasi 4 & 11 Menit, Baju Biru Jadi Sorotan
Pada tahun 2012, ia mulai merintis rumah produksi sekaligus sekolah Kelas Bintang.
Di tahun 2013, rumah produksi itu sudah menghasilkan dua film berjudul "Autis" dan "Mutiara dalam Cangkan".
"Autis" bercerita tentang anak-anak autis, anak sekolah luar biasa yang kehidupannya dikucilkan.
Sementara untuk film satu ini, Kelas Bintang menggarapnya dengan konsep drama pendidikan keluarga.
Film itu menggambarkan proses menyelamatkan anak autis yang terkucilkan.
Sedangkan untuk flm "Mutiara dalam Cangkang", mengangkat tentang penyakit lupus dan kanker otak.