TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Letjen TNI (Purn) Nono Sampono, menyebut ada kejanggalan dalam kasus oknum 3 anggota TNI yang menculik dan membunuh warga asal Aceh bernama Imam Masykur.
Imam Masykur ditemukan meninggal dunia setelah diculik dan dianiaya oleh oknum Paspampres Praka Riswandi Manik dan kawan-kawannya.
Pemuda asal Bireuen, Aceh, itu diculik oleh Riswandi Manik pada Sabtu, 12 Agustus 2023, di sebuah toko kosmetik di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Jenazah Imam Masykur ditemukan di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat, 18 Agustus 2023.
Tiga pelaku yang merupakan anggota TNI telah diproses hukum.
Mereka adalah Praka RM, Praka HS, dan Praka J.
Kejanggalan muncul dari benak Letjen Nono karena korban dan para pelaku sama-sama berasal dari Aceh.
Baca: Bukan Orang Sembarangan, Yuni Mauliza Pacar Imam Masykur Korban Paspampres Ternyata Caleg di Aceh
Menurut Nono, mereka setidaknya harus memilki empati sesama perantau dari Aceh.
"Pertanyaan besar adalah, korbannya dari Aceh, tiga pelaku dari Aceh, aneh kan?" kata Nono, dikutip dari YouTube Kompas TV.
"Harusnya dengan latar belakang kultural satu suku ada ikatan emosional," imbuh jenderal bintang tiga itu.
Nono yang juga pernah menjabat Gubernur Akademi Militer dan Danjen Akademi TNI, sangat memahami pendidikan yang dibekali kepada para calon anggota TNI sebelum bertugas.
Anggota TNI tidak hanya dididik secara fisik, tetapi juga secara karakter dan mental.
"Tentang pendidikan, pendidikan mereka mengalami pembekalan bukan hanya fisik tapi mengenai kepribadian, mental ideologi juga diberikan pelajaran," ujarnya.
Nono menegaskan, setiap anggota TNI diajarkan untuk pantang menyakiti hati rakyat apalagi fisiknya.
Baca: Alasan dan Motif Praka RM cs Culik-Bunuh Imam Masykur Warga Aceh: Peras Korban Jual Obat Terlarang
"Jadi dasar utama adalah sumpah prajurit, sapta marga dan delapan wajib TNI," ucap dia.
"Dalam delapan wajib TNI, wajib TNI itu menolong rakyat dalam kesulitan, tidak boleh menyakiti hati rakyat," tandasnya.
Sosok dan Biodata Letjen Nono Sampono
Nono Sampono, Purnawirawan Letjen TNI (Mar) adalah seorang prajurit kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Nono Sampono lahir pada 1 Maret 1953.
Ia lahir dari keluarga yang pas-pasan pada saat itu.