Mereka lantas meminta uang tebusan Rp 50 juta.
Namun di tengah perjalanan, para oknum TNI itu justru melepaskan H di sekitar tol Cikeas.
"Korban napasnya sudah agak sesak. Karena ketakutan akhirnya yang satu dilepas," kata Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar.
Baca: Begini Motif yang Digunakan Praka Riswandi Manik untuk Nyulik Imam: Pura-pura Jadi Aparat Polisi
Sosok korban selamat
Rupanya korban selamat dalam penculikan tersebut adalah teman dari Imam.
H dan Imam sama-sama bekerja di toko kosmetik yang sama.
Bahkan keduanya sama-sama berasal dari Aceh.
"Mereka memang tidak mengenal detail korban, tapi mereka mengetahui korban ini anggota komunitas orang-orang Aceh," kata Irsyad lagi.
Meski tidak saling mengenal, namun para pelaku sudah memantau korban dari komunitas yang menaungi mereka.
"Jadi tahu apa kegiatannya mereka tahu, sehingga mereka melakukan kejahatan tersebut. Komunitas orang penjual kosmetik," beber Kolonel CPM Irsyad.
Meski begitu, ia masih mendalami jenis obat apa yang dijual oleh Imam Masykur di toko kosmetiknya tersebut.
"Kami dalami lagi korban ini apa saja jualan obat terlarangnya. Masih dalam tahap penyelidikan," ungkapnya lagi.
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya juga telah memeriksa delapan orang saksi.
Di antarannya keluarga, korban selamat, dan warga sekitar toko kosmetik. (*)
(Tribunnewswiki) (TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti)