Namanya Disodorkan Jadi Kandidat Cawapres Prabowo, Menko PMK Muhadjir Effendy Kaget

Partai Amanat Nasional (PAN) telah mengusulkan Muhadjir Effendy untuk berduet dengan Prabowo Subianto.


zoom-inlihat foto
menko-pmk-muhadjir-22.jpg
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy kaget karena namanya masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sebelumnya, salah satu partai besar dalam koalisi pendukung Prabowo, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), telah mengusulkan Muhadjir Effendy untuk berduet dengan mantan Danjen Kopassus itu.

Muhadjir pun terkejut, terlebih karena PAN belum membicarakan persoalan itu bersamanya,

"Sejujurnya saya nggak pernah diajak bicara dengan Pak Zul (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan) tentang itu. Saya juga kaget juga ketika nama saya disebut," kata Muhadjir dalam diskusi Total Politik yang ditayangkan di YouTube, Sabtu, (27/8/2023).

"Tidak ada pembicaraan, mungkin spontan saja Pak Zul," kata dia.

Muhadjir Muhadjir Effendy memang sudah digadang-gadang oleh PAN sebagai kandidat cawapres selain Menteri BUMN Erick Thohir.

Hal itu disampaikan Zulkiflik ketika saat rapat konsolidasai Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Jawah Tengah di Semarang,  Jumat, (14/7/2023).

“Cawapres dari kita itu ada Muhadjir, Menko PMK, Pak Muhadjir, calon wapres dari PAN, tolong diberitakan, selain Pak Erick,” kata Zulkifli.

Baca: Muhadjir Effendy

Baca: Soal Isu Dana Haji Diinvestasikan pada Sektor Infrastruktur, Menko PMK Muhadjir: Tak Ada Secuil pun

Masih jadi pengurus Muhammadiyah

Muhadjir mengaku tidak bisa terlibat dalam urusan politik lantaran dia masih menjadi pengurus Muhammadiyah.

"Itu urusannya Pak Menteri, Pak Ketua Umum. Karena saya PNS, Menko PMK membantu Pak Presiden dan saya juga masih pengurus Muhammadiyah. Muhammadiyah itu nggak boleh menjadi bagian dari partai politik," kata Muhadjir saat Kirab Budaya Reog Ponorogo di Kantor PMK, Jakarta, Minggu, (27/8/2023), dikutip dari Kompas.com.

"Itu urusannya partai, saya kan bukan partai," katanya.

Dia menyebut saat ini masih sibuk membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota kabinet dan merampungkan program pemerintah.

Sempat disebut masuk bursa cawapres Ganjar

Selain berpeluang menjadi cawapres Prabowo, Muhadjir juga masuk dalam bursa cawapres Ganjar Pranowo yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pada bulan Juni lalu Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menyebut Menko PMK itu adalah kandidat cawapres Ganjar mewakili dari kalangan Muhammadiyah.

Baca: Tak Kapok Dukung Prabowo Lagi meski 2 Kali Kalah Pilpres, PAN Disebut Cinta Mati kepadanya

Baca: Komentar Gerindra atas Pemecatan Budiman Sudjatmiko yang Nekat Dukung Prabowo

Muhadjir merespons pernyataan itu dengan mengatakan bahwa dia kini memfokuskan bekerja sebagai sebagai Menko PMK

“Muhammadiyah kan bukan parpol,” kata Muhadjir setelah menunaikan salat Iduladha di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (28/6/2023).

“Saya masih tetap fokus sebagai pembantu presiden pembantu pak Jokowi untuk menuntaskan program-program di pembangunan manusia dan budaya yang masih banyak yang belum terselesaikan."

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Muhadjir Effendy di sini.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved