TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah cinta mati kepada Ketua Umum Partai Gerindra karena tetap mendukungnya meski dia sudah kalah dua kali dalam pemilihan presiden (pilpres).
Pada Pilpres 2014 PAN mendukung Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa. Dukungan itu belum membuahkan hasil karena Prabowo dan Hatta dikalahkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.
Lima tahun kemudian PAN kembali mendukung Prabowo yang berduet dengan Sandiaga Uno. Akan tetapi, Prabowo kembali dikalahkan oleh pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin.
Meski sudah dua kali mendukung Prabowo dan semuanya berakhir dengan kegagalan, PAN tak kapok dan tetap mendukung mantan Danjen Kopassus itu pada Pilpres 2024.
“PAN cinta mati sama Prabowo Subianto apalagi PAN kerja sama dengan Gerindra sejak 2014 lalu meski selalu kalah pilpres,” kata Adi, Minggu, (27/8/2023).
Menurut Adi, Prabowo mungkin sudah tak tergantikan bagi PAN. Hal tersebut juga terlihat karena partai itu tidak berkeberatan apabila Menteri BUMN Erick Thohir yang didukung PAN tidak terpilih menjadi cawapres pendamping Prabowo.
“Sekalipun Erick Thohir tak jadi cawapres nyatanya PAN melunak, tak harga mati harus Erick. Sikap politik PAN ini sudah kelas dewa,” katanya.
Baca: Enggan Kalah Pilpres 3 Kali Berturut-turut, PAN Berembuk dengan Golkar Perihal Nama Capres
Baca: Enggan Kalah Pilpres untuk Ketiga Kalinya, PAN Tak Akan Dukung Anies Baswedan
Kendati demikian, Adi juga mengatakan mungkin terdapat kekuatan besar dari luar yang membuat partai itu kembali mengusung Prabowo walaupun dia sudah dua kali kalah pilpres.
Hal ini, menurut Adi, membuat PAN mendukung Prabowo secara total terlepas dari siapa pun cawapresnya.
“Kedua, mungkin ada kekuatan besar di luar PAN yang membuat PAN terlihat jinak, tak ngotot, dan tak harga mati Erick cawapres Prabowo. Tumben-tumbenan PAN berpolitiknya Ikhlas,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengklaim pihaknya akan mendukung Prabowo sepenuhnya,
“Apa pun nanti yang akan di dalam forum para ketua umum itu yang kita laksanakan, karena itu adalah kehendak dari semua ketua umum yang disepakati bersama, termasuk juga dengan capres yang kita usung. Kalah menang itu urusan kedua,” kata Eddy di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (26/8/2023).
“Yang penting kita sepakat untuk menjalin kerja sama politik dan semua kita laksanakan, bekerja all out di pilpres nanti."
Kata Eddy, kali ini PAN percaya bahwa Prabowo akan menang Pilpres.
Baca: Kronologi Lengkap Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Berawal dari Pertemuan dengan Prabowo & Deklarasi
Beberapa waktu lalu, dalam deklarasi dukungan kepada Prabowo, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjelaskan alasan pihaknya mendukung Prabowo. Zulhas menyebut PAN sudah lama bekerja sama dengan Prabowo.
"Kami sudah 10 tahun bareng-bareng dengan Pak Prabowo kami meyakini perjuangan 10 tahun itu akan tuntas," di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, Minggu, (13/8/2023).
Dua pekan kemudian, Zulkifli mengatakan partainya mendukung sosok selain Erick untuk menjadi pendamping Prabowo. Sosok itu ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
“Ada, Pak Muhadjir ya,” kata dia di Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (26/8/2023).
Dia menyebut penentuan cawapres belum dibahas bersama dengan Prabowo dan ketua umum partai politik (parpol) koalisi.
“Tunggu saja, nanti momentum itu datang." Menurut dia, masih ada cukup waktu sebelum pendaftaran capres dan cawapres dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Baca: Hasil Survei Capres 2024 Terbaru, Elektabilitas Prabowo Kalahkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan
Baca: Sinyal Jokowi Dukung Prabowo Makin Jelas & Terbuka, PDIP Tak Ambil Pusing & Tetap Tenang
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.