TAMPANG Tukang yang Bunuh Wahyu Dian Silviani Dosen UIN, Dijerat Hukuman Maksimal Hukuman Mati

Pelaku pembunuhan Dosen UIN Solo berinisial D ini menghabisi korban karena merasa sakit hati dan ingin menguasai harta korban.


zoom-inlihat foto
embunuh-dosen-UIN-Solo-kanan-dan-dosen-UIN-Solo-Wahyu-Dian-Silviani-kiri.jpg
istimewa via Tribun Jateng
Kolase foto: Pembunuh dosen UIN Solo (kanan) dan dosen UIN Solo Wahyu Dian Silviani (kiri) FOTO Kiri: TAMPANG Tukang yang Bunuh Wahyu Dian Silviani Dosen UIN, Dijerat Hukuman Maksimal Hukuman Mati


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah tampang tukang yang nekat habisi nyawa dosen UIN Wahyu Dian Silviani.

Pelaku pembunuhan yang ebrprofesi sebagai tukang tersebut adalah D.

Pelaku pembunuhan Dosen UIN Solo berinisial D ini menghabisi korban karena merasa sakit hati dan ingin menguasai harta korban.

D bahkan sudah merencakan aksi kejinya ini tiga hari sebelum akhirnya mengeksekusi korban.

Ia dengan tega menghabisi dosen tersebut menggunakan pisau dengan menusuk dan menyabet korban.

Inilah tampang dari pelaku pembunuhan dari dosen UIN Solo.

Baca: Profil Wahyu Dian Silviani, Dosen Muda UIN Surakarta yang Tewas Dibunuh, Ternyata Lulusan Australia

Baca: Cerita Dosen Berhijab UIN Surakarta yang Dibunuh Kuli yang Renovasi Rumahnya, Karena Dihina Tolol

D pun ikut ditampilkan di konferensi pers di Mapolsek Gatak, Jumat (25/8/2023).

Dalam keterengannya, D mengaku sakit hati hingga nekat menghabisi nyawa korban.

Selain itu, ia juga merampas harta milik korban seusai membunuhnya.

Ini sosok pelaku pembunuh dosen UIN RM Said yang ternyata merupakan tukang bangunan yang merenovasi rumah korban.
Ini sosok pelaku pembunuh dosen UIN RM Said yang ternyata merupakan tukang bangunan yang merenovasi rumah korban. (TribunMuria.com/Sholekan)

Lebih lanjut, pelaku menyebut dirinya memasuki rumah korban dengan cara naik pagar dan lewat tandon air yang ada di belakang rumah.

Ia lantas menghabisi nyawa korban dengan cara menusuk satu kali dan sabetan sebanyak tiga kali.

Tindakan keji itu dilakukan oleh D sekira pukul 00.00 WIB pada Rabu (23/8/2023).

Oleh sebab itu, ia pun dijerat pasal pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal yakni hukuman mati.

Kronologi 

Mengutip Tribunnews.com, D ikut merenovasi rumah Wahyu Dian Silviani di Desa Tempel, Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit mengungkapkan, D diamankan di rumahnya pada Jumat (25/8/2023).

Baca: Sosok Wahyu Dian, Dosen UIN Solo Diduga Jadi Korban Pembunuhan: Berprestasi dan Cinta Lingkungan

Baca: Dosen Teknik Kimia UMS Latih Emak-emak Desa Mertan Sukoharjo Bikin Sabun Mandi Cair Bentonit

"Setelah tadi pagi dini hari kita cek dan ricek semuanya, ternyata bukan temen dekat, bukan pacar, dan bukan yang istilahnya kenal nomor HP."

"Ternyata, setelah selidiki, yang diduga (pelaku) kerja dengan korban juga, membangun, merehab rumahnya korban," ucap dia dilansir dari TribunSolo.com.

AKBP Sigit menyebut, pelaku tega membunuh korban karena sakit hati.

Perkataan korban yang menilai hasil kerja D jelek itulah yang membuat pelaku sakit hati.

"Korban mengatakan hasil kerjanya (pelaku) jelek, juga dikatain tolol," ujar AKBP Sigit.

Lantas, pelaku pun merencanakan untuk membunuh korban.

"Merasa dendam, lalu pelaku melampiaskan dendamnya itu dengan menghabisi nyawa korban," tandasnya.

Selain sakit hati, D juga ingin menguasai harta korban, seperti handphone, laptop dan uang korban.

Tetapi hal itu bukan menjadi tujuan utama pelaku.

"Cuma terlintas di pikiran, pengin ngambil," ungkap D.

Cerita Dosen Berhijab UIN Surakarta yang Dibunuh Kuli yang Renovasi Rumahnya, Karena Dihina Tolol
Cerita Dosen Berhijab UIN Surakarta yang Dibunuh Kuli yang Renovasi Rumahnya, Karena Dihina Tolol (Kolase foto febi.uinsaid.ac.id)

D kemudian menceritakan awal mula ia merencanakan aksi pembunuhannya.

Mulanya, ia mendapatkan teguran dari korban pada Senin (21/8/2023) pagi sampai selesai bekerja.

"Setelah itu, (dendam) pengen bunuh."

"Pengen menghabisi, pakai pisau," tuturnya.

Lalu, D memasuki rumah yang ditinggali korban dengan cara naik pagar dan lewat tandon air yang ada di belakang rumah.

Naik ke atap depan samping, naik di belakang ada tandon."

"Dari situ masuknya," ungkapnya.

D menghabisi nyawa korban dengan cara menusuk satu kali dan sabetan sebanyak tiga kali.

"Di sini (pipi dekat rahang sebelah kiri)."

"Saya melakukannya sekira pukul 00.00."

"Terus lari lewat pintu depan."

"Melarikan diri ke rumah," ujarnya.

Atas aksinya tersebut, D dijerat Pasal 340, 338, atau 339 KUHP lantaran telah melakukan perencanaan pembunuhan.

D juga dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan terancam hukuman mati.

Sebelumnya, penemuan mayat dosen muda berinisial W tersebut berawal dari seorang mandor tukang bangunan yang dipercayai oleh pemilik rumah untuk merawat rumah tersebut yang datang ke rumah korban.

Ini sosok pelaku pembunuh dosen UIN RM Said yang ternyata bekerja merenovasi di rumah korban.
Ini sosok pelaku pembunuh dosen UIN RM Said yang ternyata bekerja merenovasi di rumah korban. (Tribun Jateng/Muhammad Sholekan)

Mandor tukang tersebut yakni Indriyono menjelaskan, mayat tersebut ditemukan tergeletak disamping mini bar rumah itu.

"Ada teman yang mau mengecek rumah dari tadi tidak bisa. Lalu meminta kunci ke saya, karena rumah ini kan masih dalam perawatan saya," kata Indriyono.

Kemudian, mandor tersebut memberikan kunci rumah tersebut kepada teman korban.

"Dari keterangan temannya, W ditemukan sudah ada bercak darahnya. Perasaan saya sudah gak enak, saya ketuk-ketuk pintunya saya panggil-panggil tidak ada respons," ujarnya.

Ia menaruh curiga dan melihat dari atap, di bawah kasur itu ada sesuatu dan bercak darah di situ.

Saat ditemukan, korban berada di bawah kasur lantai dekat minibar. Sang mandor pun melihat keanehan pada jenazah dan langsung keluar.

"Ada bau anyir darah," pungkasnya.

Sosok Wahyu Dian Silviani

Seperti yang diketahui, Wahyu Dian Silviani ditemukan tak bernyawa di dalam rumah milik temannya, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (24/8/2023).

Korban diketahui merupakan salah seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dia termasuk dosen berprestasi dan lolos beasiswa luar negeri.

Seorang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas (RM) Said Surakarta bernama Wahyu Dian Silviani ditemukan tak bernyawa di dalam rumah milik temannya, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (24/8/2023).
Seorang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas (RM) Said Surakarta bernama Wahyu Dian Silviani ditemukan tak bernyawa di dalam rumah milik temannya, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (24/8/2023). (TribunSolo.com/Istimewa)

Seperti yang diungkapkan Dekan FEBI UIN RM Said Surakarta, Ivan Rahmawan.

"Bu Dian, dosen berprestasi, telah lolos dalam program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke luar negeri," terang dia.

Bahkan beberapa gelar yang diterima korban sangat banyak.

Korban mempunyai sejumlah gelar di jenjang pendidikan.

Dari data Dikti, korban memang memiliki 3 gelar.

Diantaranya, gelar M.Sc, M.Env.sc, dan S.si.

Gelas S.Si didapatkan korban setelah mengenyam perkuliahan di Universitas Mataram.

Korban lulus dari kampus tersebut pada 2011.

Korban lalu melanjutkan studi di Macquarie University.

Korban mendapat dua gelar akademik di kampus tersebut.

Gelar-gelar tersebut adalah M.Sc dan M.Env.sc.

Itu masing-masing didapatkan korban pada tahun 2015 dan 2016.

(TRIBUN MEDAN/TRIBUN SOLO/TRIBUNNEWSWIKI)

Artikel ini telah tayang di Tribun Medan dan Tribun Solo dengan judul TAMPANG BENGIS Pelaku Pembunuh Dosen UIN Solo, Dendam Kesumat Habisi Korban usai Disebut Tolol! dan SOSOK Dian, Dosen UIN Solo yang Ditemukan Tewas di Sukoharjo : Berprestasi, Lolos Beasiswa LPDP





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved