TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dosen Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Emi Erawati melatih emak-emak di Desa Mertan Bendosari Sukoharjo, Jawa Tengah membuat sabun mandi cair bentonit.
Emi Erawati mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk dari Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2023.
Bertempat di Balai Desa Mertan pelatihan pembuatan sabun cair bentonit itu dilaksanakan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari ibu-ibu TIM Penggerak (TP) PKK Desa Mertan.
Emi menjelaskan, untuk membuat sabun mandi cair bentonit tersebut ada beberapa tahap yang dilakukan selama 6 pertemuan yang dimulai pada 5 Agustus 2023 pukul 09.00-12.00 WIB.
Baca: Wirausaha Merdeka 2023, UMS Komitmen Ciptakan Pebisnis Tangguh dan Siap Gandeng 80 Mitra Usaha
Acara PKM dibuka oleh Ketua TP PKK Desa Mertan, Auliya Rachmawati.
Selanjutnya, peserta diberi soal pre-test terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan ibu TP PKK tentang sabun mandi cair bentonit.
Untuk melatih emak-emak tersebut Emi tidak sendirian, ia dibantu oleh Anisa Ur Rahmah dan Zada Almira Putri.
Pada pertemuan pertama dan kedua, peserta dijelaskan terkait manfaat sabun bentonit.
Anisa Ur Rahmah mengatakan, Sabun bentonit adalah sabun yang digunakan untuk menghilangkan najis mughallazah (berat) yang disebabkan oleh air liur anjing atau babi.
Baca: Vian Endramanto Terpilih Jadi Ketua Umum ALTIS UMS Periode 2023-2025, Siap Bawa Perubahan
Baca: PGSD UMS Gelar Pentas Raya Seni, Tampilkan 34 Tari Kreasi Karya Mahasiswa
Menurutnya, sabun bentonit ini bisa dijadikan pengganti tanah untuk menghilangkan najis mughallazah.
"Cara penggunaannya yakni dengan cara membasuh
badan sebanyak 6 kali dengan menggunakan air dan pada basuhan ketujuh menggunakan sabun bentonit" tutur Anisa.
Selanjutnya yakni pengenalan bahan-bahan yang digunakan.
Emi Erawati mengatakan ada beberapa bahan yang digunakan yaitu minyak kelapa,kalium hidroksida, sodium lauryl sulfate, sukrosa, gliserin, minyak zaitun, asam stearat, lanolin, cocoamide DEA, butylated hydroxytoluene, dan minyak esensial.
Sabun mandi cair bentonit yang sudah selesai dibuat lalu diberi merek Heilig.
"Merek tersebut diambil dari bahasa Jerman yang artinya suci," jelas Emi.
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)