Liberti kemudian menanyakan terkait sakit yang diderita Setya Novanto saat itu.
"Saya tanya sakitnya apa, katanya tangan kiri tak bisa digerakan. Namun karena sudah ada infus di situ itu sudah bidangnya dokter," kata Liberti.
Meski begitu Liberti tak dapat memastikan sakit sebenarnya yang diderita Novanto.
"Kalau soal penyakit nya itu saya tak bisa terlalu dalam karena itu ranah kedokteran, mungkin nanti hari Rabu kita bicara lagi penyakit apa sebenarnya, karena saya enggak bisa ngarang kalau soal medis," terangnya.
Saat menemui Novanto Di RS, Liberti bahkan sempat menyampaikan pesan kepada Novanto untuk tidak berulah dan bikin kegaduhan ketika sedang berobat.
"Saya bilang ke beliau, sudah kalau berobat ya berobat, jangan buat kegaduhan yang aneh-aneh, berobat saja," katanya.
Ketika pulang dari RS, Liberti mendapat laporan pada Jumat (14/6/2019) dari Kalapas Sukamiskin terkait berita di media sosial bahwa Novanto tengah berada di Padalarang.
"Setelah tahu itu saya sambil on the way Lapas Sukamiskin, perintahkan lakukan pemeriksaan terhadap petugas pengawalnya sekaligus juga kepada Novantonya," kata Dia.
Seperti diberitakan, terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, dipindahkan dari Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, ke Rutan Gunung Sindur di Kabupaten Bogor, Jumat (14/6/2019).
Novanto dibawa keluar dari Lapas Sukamiskin pada pukul 22.30 WIB.
Pemindahan dilakukan malam itu juga setelah foto pria yang diduga dirinya tengah pelesiran di Kabupaten Bandung Barat, beredar luas, Jumat.
Kakanwil Kemenkum HAM Jabar Liberty Sitinjak mengatakan, terpidana 15 tahun penjara itu dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur yang memiliki pengamanan ekstra ketat.
Rutan Gunung Sindur, lanjut dia, merupakan rutan dengan mayoritas narapidana kelas kakap.
Kebanyakan adalah narapidana kasus teroris, bandar narkoba maupun korupsi.
Drama Setya Novanto sebelumnya adalah ketika dia berlama-lama di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.
Waktu itu, pengacaranya menyebut Setya Novanto mengalami kecelakaan dan ada luka di bagian dahi.
Luka akibat benturan saat mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, membuat kepalanya benjol segede bakpao.
Namun, dalam persidangan dokter Bimanesh Sutarjo, dokter yang merawat Setya Novanto, dua perawat yang bersaksi menyebut tidak ada luka atau benjolan di kepala Setya Novanto.
Menurut mereka, saat dibawa ke rumah sakit, seluruh tubuh Setya Novanto ditutup dengan selimut.
Hal itu dikatakan Nana dan Suhaidi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/3/2018).
Keduanya bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo.