Setya Novanto menumpang di rumah keluarga Hayono Isman, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Baca: Yasonna Laoly Ingin Bebaskan Napi Koruptor, Najwa Shihab: Cek Lagi Sel Papa Setya Novanto
Setnov bertugas untuk mengantar anak-anak Hayono Isman ke sekolah, mencuci baju, dan membersihkan lantai rumah.
Sementara itu, untuk membiayai hidup ketika kuliah di Universitas Widya Mandala Surabaya, Setya Novanto berjualan beras.
Setya Novanto menjual beras di Pasar Wonokromo, Surabaya setiap pukul 4 pagi.
Kehidupan mulai berubah setelah ia lulus kuliah.
Pada tahun 1987, ia menjadi Komisaris Utama PT Nagoya Plaza Hotel.
Jabatan tersebut ia emban hingga tahun 2004.
Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.
Setya Novanto terus terpilih sebagai anggota dewan, hingga tahun 2009 ia menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar.
Drama Setya Novanto
Dari ke RS karena Benjolan Segede Bakpao sampai Tangan Kiri Tak Bisa Digerakkan
Terbongkarnya Setya Novanto keluyuran atau pelsiran di galeri keramik di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, menyisakan banyak pertanyaan, apakah benar berobat atau hanya akal-akalan?
Drama agar Setya Novanto bisa keluar dari Lapas Sukamiskin.
Jika Setya Novanto izin berobat ke Rumah Sakit Santosa, seperti diungkapkan kepala Kantor Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak, mengapa jalan-jalan hinggga Padalarang?
Padahal Rumah Sakit Santosa itu ada di Kota Bandung. Sementara Galeri Keramik itu ada di Bandung Barat.
Sakit apa sebenarnya yang diderita Setya Novanto sehingga wara wiri izin berobat?
Sebelum ramai jadi berita karena plesiran ke Padalarang, mantan Ketua DPR tersebut dikabarkan izin berobat ke rumah sakit Santosa Bandung.
Kepala Kantor Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak mengatakan, awalnya Novanto izin keluar Lapas Sukamiskin untuk berobat.
Liberti mengaku sempat menyidak Rumah Sakit Santosa untuk memastikan keberadaan Setya Novanto.
"Sebenarnya izin dia keluar itu kan untuk berobat, saya sempat menyidak beliau itu pada masuk RS tanggal 12. Saat di RS itu, memang secara kasat mata ada infus menempel di tangan kanan," kata Liberti dihubungi Kompas.com Sabtu (15/6/2019), dilansir dari Tribun Jabar.