Ia berharap kasus ini tidak dibiarkan begitu saja karena akan berdampak untuk masa depan.
"Kami ingin jangan sampai hal seperti ini terulang kembali, seperti apa mutu pendidikan kita 10-15 tahun ke depan kalau kasus penganiayaan terhadap guru dibiarkan," ungkap Supriyanto.
Baca: Sosok Karenina Anderson, Artis dan Model yang Ditangkap karena Kasus Narkoba, Positif Konsumsi Ganja
Kronologi
Insiden itu bermula ketika siswa berinisial PDM ditegur oleh Zaharman.
Usai ditegur oleh Zaharman, PDM lantas berlari pulang ke rumahnya untuk mengadukan hal tersebut ke orang tuanya.
Ayah PDM, AJ yang emosi anaknya ditegur lantas mendatangi sekolah dan mengatakan kepada satpam bahwa putranya itu dipukul oleh Zaharman.
Satpam sekolah tersebut sempat berusaha menahan AJ yang ingin menemui Zahraman dalam keadaan emosi.
Namun, AJ justru mengeluarkan pisau dan ketapel.
Pelaku akhirnya memaksa masuk sekolah dan mengeluarkan ketapelnya lalu diarahkan ke korban hingga mengenai mata guru tersebut.
Melihat mata korban mengeluarkan darah, AJ lantas panik dan berlari ke luar dari sekolah.
Kini, Kapolsek PUT, Iptu Hengky Noprianto, telah memeriksa PDM.
Dari hasil pemeriksaan kepada PDM, pelajar berusia 16 tahun itu mengatakan bahwa ia justru menjadi korban penganiayaan dari gurunya tersebut.
Menurut pengakuan PDM, wajahnya ditendang oleh korban.
PDM juga mengaku pada saat kejadian bukan PDM yang merokok melainkan temannya.
Meski begitu, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dan berusaha mencari ayah PDM yang diduga melarikan diri usai kejadian tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pelaku yang Ketapel Guru SMA di Bengkulu hingga Buta Kabur, Tak Pulang ke Rumah usai Kejadian