A diketahui sering bertanya kepada M perihal masalah game maupun tugas sekolah.
Baca: Fakta Dibalik Kisah Viral Siswa SD Pindah ke SLB Karena Dibully
Ditambah lagi, A dan M merupakan teman sejak bangku sekolah dasar.
Pernyataan senada diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel), Muhammadun.
Muhammadun memastikan tidak ada aksi bullying dari M kepada A.
"Memang mungkin ada bercanda. Tapi tidak ada bullying. Mungkin karena masih remaja, emosi belum stabil," ujar dia.
Respons DPRD Kalsel
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, M Lutfi Saifuddin memberikan komentarnya terkait kasus ini.
Ia meminta polisi berhati-hati dalam mengusut kasus ini.
Mengingat, kata Lutfi, M dan A sama-sama masih di bawah umur.
“Jangan sampai kejadian ini bisa menghancurkan masa depan mereka," ujarnya.
Terkait dengan dugaan motif, Lutfi berharap tidak ada lagi aksi bullying di Kalimantan Selatan.
Ia juga mendorong agar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan dengan baik.
“Masa orientasi sekolah juga harus dijadikan sebagai acara yang menyenangkan, bukan malah menjadi ajang bullying kepada siswa baru,” tandasnya.
Pelaku Bawa Senjata Tajam Milik Orangtua
Insiden penusukan pelajar di SMAN 7 Banjarmasin sudah naik ke tahap penyidikan. Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolresta Banjarmasin.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian mengatakan, status pelaku saat ini yakni anak yang berhadapan dengan hukum.
“Hal itu kami tetapkan melihat usia pelaku yang masih 15 tahun,” ucap Kasat, Rabu (2/8/2023).
Selain itu, terkait dengan sajam yang digunakan oleh pelaku kata Kasat, pelajar berinsial A mengaku sajam tersebut milik orangtuanya.
“Sajam jenis belati dengan panjang sekitar 40 cm itu ia ambil dari rumah, tanpa sepengetahuan orangtuanya. Sajam itu ia ambil dan ia simpan di dalam tas,” papar Thomas.
Saat ini, pihak Sat Reskrim Polresta Banjarmasin terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk terus mendalami kasus tersebut.