Korban kemudian menjalani operasi di RSUD Ulin Banjarmasin.
Ayah M yakni Faisal Aqli mengatakan, putranya dalam proses pemulihan.
Operasi terhadap luka tusuk di tubuh M berjalan sebagai mana mestinya.
"Pasca operasi masih dalam perawatan di ICU RSUD Ulin. Sedang dalam tahap observasi dari dokter dan perawat," kata Faisal.
Faisal mengatakan, anaknya dalam kondisi sadar. Sesekali M terbangun dan merintih kesakitan pasca-operasi.
Faisal juga dalam kesempatannya membantah kabar anaknya meninggal dunia.
Ia memastikan informasi tersebut adalah hoaks.
A diamankan
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian menjelaskan, A sudah diamankan terkait kasus ini.
A sebelumnya keluar dari sekolahnya setelah menusuk M.
"Ia berhasil diamankan dari petugas,” jelas Thomas.
Kapolres Banjarmasin, Kombes Pol Sabana A Martosumito memastikan pihaknya akan memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun, dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjur.
"Sudah kita proses dan tetap berjalan. Nanti akan kami sampaikan lagi
Kita patuhi Undang-undang yang ada, Undang-undang perlindungan anak," papar Sabana.
Bantahan Bullying
Ayah M yakni Faisal Aqli memberikan bantahan perihal motif penusukan diduga karena A kerap di-bully oleh anaknya.
Faisal menegaskan, informasi tersebut tidaklah benar.
“Tidak ada indikasi (dari bukti chat, red) bahwa anak saya ini melakukan tindakan bullying," katanya.
Faisal dalam kesempatannya juga memperlihatkan riwayat percakapan WhatsApp antara M dan A.