TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya buka suara terkait keinginan Probowo Subianto yang ingin memindahkan makam Pangeran Diponegoro.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut pemindahan makam Pangeran Diponegoro tidak perlu dilakukan.
Hal tersebut disampaikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kota Yogyakarta, Jumat (14/7/2023).
“Kalau saya, enggak usah,” tutur Sultan, dilansir Kompas.
Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan alasan masyarakat di Makassar menghargai Pangeran Diponegoro, dan menjaga makamnya di sana.
Oleh sebab itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpendapat pemindahan makam Pangeran Diponegoro tersebut tidak dipindahkan ke Yogyakarta.
Baca: Sri Sultan HB X Sebut Keluar Masuk DIY Harus Bawa Surat Hasil Rapid Test Antigen atau PCR
Baca: Sri Sultan Hamengku Buwono X
“Pangeran Diiponegoro di sana juga dihargai oleh masyarakat. Masyarakat di Makassar juga menjaga saya kira tidak perlu harus diputar (dipindahkan) ke Jogja, masyarakatnya menghargai di sana,” ujar dia.
Sebagai informasi, setelah tertangkap di Magelang pada 1830, Pangeran Diponegoro dan istri juga pengikutnya sempat diasingkan ke Manado sebelum dibawa ke Makassar.
Kemudian meninggal pada 8 Januari 1855.
Sebelumnya telah diberitakan soal Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi).
Mantan pasukan khusus tersebut tiba pukul 15.00 Wita di gedung Upper Hills Convention Center, Kota Makassar, Sulsel, lokasi Rakernas Apeksi 2023, Kamis (13/7/2023).
Kedatangan Prabowo Subianto disambut oleh Wali Kota Makassar Moh Ramadhan Pomanto dan Wali Kota Bogor Bima Arya selaku Ketua Umum Apeksi 2023.
Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan usulnya ke masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).
Usul tersebut berisi makam Pangeran Diponegoro dipindahkan ke kampung halamannya.
"Di sini, di kota ini, ada makam Pangeran Diponegoro. Yang dibuang dari daerah asalnya. Tak ada salahnya kita berpikir. Tentunya dengan seizin rakyat Sulawesi Selatan. Apa tidak ada baiknya, kita kembalikan makamnya Pangeran Diponegoro ke kampung halamannya. Dengan seizin rakyat Sulawesi Selatan, kita kembalikan beliau ke kampung halamannya sendiri," kata Prabowo dalam sambutannya.
Ia menegaskan, yang paling berperan penting dalam pembangunan bangsa ialah pemangku kebijakan di daerah atau kota-kota.
"Wali kota, bupati adalah ujung tombak pembangunan bangsa. Adalah eksekutif yang harus implementasi pembangunan bangsa. Nation building adalah tanggung jawab saudara sebagai ujung tombak eksekutif. Betapa bagusnya rencana yang dibuat di pusat. Kalau implementasinya tidak bagus, pembangunan bangsa akan terhambat," ucap dia.
Prabowo juga menyinggung soal negara Indonesia yang kaya dalam segi sumber daya alam.
Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah ataupun pemangku kebijakan terus siap dari segala ancaman.
"Kita juga harus paham dan mengerti bahwa kita adalah negara yang sangat kaya. Negara keenam terkaya dunia dari segi sumber daya alam. Tapi, negara yang besar, negara yang kaya, selalu mengundang kekuatan lain, bangsa lain, untuk mengambil kekayaan kita," kata dia.
"Kepala kota, anda harus paham bahwa negara kita demikian kayanya. Dan, karena kaya kita, kita selalu harus bersiap," tutur dia.
(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)