Berikut Peta Elektabilitas Capres 2024 Versi 9 Lembaga Survei, Siapa yang Teratas?

Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga Prabowo Subianto berada di atas angin. Elektabilitas Prabowo Subianto cenderung terus naik.


zoom-inlihat foto
Bakal-Capres-2024-Pr-443.jpg
Kolase tribunnews
Bakal Capres 2024 Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Berikut peta terbaru elektabilitas Cappres 2024 Prabowo vs Ganjar vs Anies versi 9 lembaga survei.


Dalam hasil survei yang dilakukan Public Opinion dan Policy Research (Populi) Center yang dirilis, Senin (26/6/2023), elektabilitas Ganjar Pranowo berada di posisi teratas.

Elektabilitas Ganjar Pranowo dalam simulasi tiga nama ini berada di angka 35,8 persen, disusul Prabowo Subianto 33,4 persen.

Sedangkan untuk Anies Baswedan, meski mengalami peningkatan perolehan suara dibanding bulan lalu, namun mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih berada di posisi ketiga dengan 23,2 persen.

"Pada simulasi terkait tiga tokoh yang akan dipilih menjadi Presiden tahun 2024, Ganjar Pranowo unggul. Sementara sebesar 7,3 persen belum memutuskan dan 0,3 menolak menjawab," kata Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati saat menyampaikan hasil surveinya di Kantor Populi Center, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).

Begitu pun dalam survei pertanyaan terbuka.

Nama bakal capres dari PDIP Ganjar Pranowo menjadi sosok dengan elektabilitas tertinggi.

"Pada pertanyaan terbuka, Ganjar Pranowo menjadi tokoh yang paling banyak dipilih oleh masyarakat sebagai Presiden apabila pemilihan presiden dilakukan hari ini dengan 21,9 persen," kata Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati saat menyampaikan hasil surveinya di Kantor Populi Center, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).

Di posisi selanjutnya kata Hartanto dihuni Prabowo Subianto yang meraup suara responden 19,4 persen.

Selanjutnya, disusul nama bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan yang menempati posisi ketiga.

"Disusul Prabowo Subianto itu 19,3 persen dan Anies Baswedan 14,4 persen," kata dia.

Dalam simulasi terbuka ini, Populi Center juga membebaskan kepada respondennya untuk memilih nama capres.

Pada hasilnya, nama Joko Widodo (Jokowi) juga masih masuk dalam survei ini dengan menempati posisi keempat.

Namun, Presiden RI itu hanya memperoleh 6,3 persen suara, dan disusul nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 1,3 persen.

"Adapun nama-nama lain mendapatkan persentase di bawah 10 persen. Sisa angka sebesar 32, persen masuk kategori tidak tahu/tidak jawab," kata Hartanto.

Sebagai informasi, survei Populi Center ini dilakukan dalam periode 5 sampai 12 Juni 2023. Dimana, sampel responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia.

Di mana survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling.

Adapun metode pengambilan data survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka atau face to face dengan menggunakan aplikasi dari Populi Center.

Sementara, survei ini memilih Margin of Error (MoE) sebesar kurang lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca: Melihat Kekayaan Ganjar, Anies, & Prabowo yang Jadi Bakal Capres, Harta Menhan Jauh di Atas

6. Indopol

Hasil survei Indopol mengungkap elektabilitas Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Diketahui survei dirilis Selasa (20/6/2023).

"Simulasi tiga nama capres, hasilnya Prabowo diangka 31,21 persen, Ganjar Pranowo selisih hanya 1 persen di angka 30,48 persen, dan Anies Baswedan diangka 26,53 persen," ujar Direktur Eksekutif Indopol Survey & Consulting Ratno Sulistiyanto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (20/6/2023).

Survei Indopol juga melakukan simulasi 13 nama capres. Hasilnya, Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan perolehan angka 28,79 persen.

Selanjutnya, Ganjar Pranowo tergeser Prabowo dengan berada di posisi kedua dengan hasil 27,50 persen. Sementara itu, Anies Baswedan diposisi ketiga dengan 23,87 persen.

Kemudian, Jokowi 4,03 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 2,26 persen. Sementara itu, ada nama-nama lain seperti Menparekraf Sandiaga Uno hingga Gubernur Jawa Timur Indar Parawansa berada di bawah 2 persen.

Dijelaskan Ratno, nama-nama itu masih bergerak dinamis karena elektabilitas capres itu masih belum ada yang berada di atas 40 persen.

"Gambaran dari 3 peta masih dinamis, belum ada angka dominan. Apalagi dari 3 figur belum sampai diangka 40 atau 45 persen. Artinya ke depan masih dinamis," tukas dia.

Baca: Pertemuan Anies dengan Ganjar saat Ibadah Haji, PKS: Beri Pesan Baik untuk Pilpres

Metode survei menggunakan multistage random sampling.

Responden berjumlah 1.240 orang tersebar secara proporsional di 38 provinsi berdasarkan jumlah pemilih sementara tahun 2023 (KPU RI).

Seluruh responden berhasil diwawancarai dan dilakukan analisis.

Wawancara dilakukan pada tanggal 5 sampai 11 Juni 2023.

Margin of Error survei kurang lebih 2,85 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Quality control terhadap survei dilakukan secara berlapis.

Monitoring oleh supervisor dan koordinator lapangan terhadap surveyor pada saat pertama kali turun lapangan untuk memastikan metode penemtuan RT dan KK, untuk memastikan responden dipilih dengan benar.

Baca: Alasan PDI-P Tak Undang Demokrat ke Puncak Bulan Bung Karno Meski Puan dan AHY Sudah Bertemu

Spotcheck lapangan oleh supervisor terhadap 30 persen responden yang sudah diwawancarai secara acak.

Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap surveyor melalui pengiriman foto pengambilan data dan hasil wawancara responden.

Berdasarkan quality control ini tidak ditemukan kesalahan berarti.

Baca: Enggan Kalah Pilpres 3 Kali Berturut-turut, PAN Berembuk dengan Golkar Perihal Nama Capres

7. IPO

Dalam simulasi 3 nama yang dilakukan lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO), elektabilitas Prabowo berada diurutan teratas.

Hanya saja, dalam survei IPO, elektabilitas Ganjar Pranowo disalip Anies Baswedan.

Menurut survei IPO, elektabilitas Prabowo Subianto 37,2 persen, Anies Baswedan 31,5 persen, serta Ganjar Pranowo 26,8 persen.

Dalam simulasi 40 nama, Prabowo Subianto mendapatkan perolehan elektabilitas 27,3 persen, disusul Anies Baswedan 24,6 persen, dan Ganjar Pranowo di 16,2 persen.

"Elektabilitas Prabowo muncul sebagai kandidat tertinggi dengan 27,3 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat menyampaikan hasil surveinya, di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2023).

Sementara di urutan ke empat ada nama Agus Harimurti Yudhoyono dengan 4,7 persen, Mahfud MD dengan 3,1 persen, Erick Thohir dengan 2,9 persen dan Ridwan Kamil 1,6 persen.

Selebihnya seperti Airlangga Hartarto hingga Sandiaga Uno berada di bawah 1 persen.

Lebih lanjut, nama Prabowo Subianto juga turut unggul di simulasi 5 nama capres versi IPO.

Dimana, perolehan elektabilitas Prabowo berada di angka 34,9 persen, lalu kemudia kembali dibayang-bayangi Anies Baswedan dengan 25,9 persen dan Ganjar Pranowo d urutan ketiga dengan 24,1 persen.

"Di lima nama Prabowo tetap tertinggi 34,9 persen, Anies Baswedan 25,9 persen, Ganjar Pranowo meningkat juga 24, 1 persen," ucap dia.

Sementara di bawahnya ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 7,1 persen dan Airlangga Hartarto 4,7 persen.

Sebagai informasi, survei IPO ini dilakukan dalam periode 5-13 Juni 2023 dengan melibatkan responden yakni lima Rukun Tetangga (RT) di mana setiap RT dipilih 2 keluarga dan satu 2 keluarga itu dipilih 2 anggota, satu laki-laki dan perempuan.

Adapun metodenya yakni mereka menentukan sejumlah Desa untuk menjadi sampel lalu dipilih secara acak dengan menggunakan random kish grid paper.

Survei ini juga memiliki margin of error pada tingkat kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen.

Pengambilan sampel dari survei ini sendiri dilakukan dengan teknik multistage random sampling serta penerapan spot check pada 15 persen dari total populasi sampel.

Baca: Pertemuan Ganjar dan Anies di Tanah Suci, Sharief Rahmat: Bukan Untuk Membangun Narasi Pencitraan

8. Poligov

Dalam simulasi tiga nama kandidat calon presiden 2024 yang dilakukan lembaga survei Poligov menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Hal itu dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Poligov Muhammad Tri Andika dalam rilis surveinya di bulan Juli terkait pencapresan jelang pemilu 2024.

“Dalam simulasi tiga nama, Prabowo tetap di urutan pertama yakni 32,96 persen,” kata Tri.

Sementara itu Ganjar meraih elektabilitas 32,40 persen dan Anies 16,64 persen. Adapun 18 persen belum menentukan pilihannya.

Angka elektabilitas Prabowo ini meningkat dari bulan Mei yang sebesar 31,47 persen.

Poligov melakukan survei ini terhadap total 1.250 responden laki-laki maupun perempuan, dengan rentang usia 17 tahun atau lebih dengan melibatkan 37 koordinator lapangan terlatih.

Survei dilakukan pada rentang waktu 21-28 Juni 2023 dengan menggunakan metode Pertanyaan yang dikirim secara online melalui aplikasi Qualtrics Research untuk memastikan tidak ada IP address yang sama sebagai responden. Margin of error survei ini ±3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca: Pertemuan Anies dengan Ganjar saat Ibadah Haji, PKS: Beri Pesan Baik untuk Pilpres

9. Indikator Politik

Menurut suvei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dirilis Minggu (4/6/2023), dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Adapun survei tersebut dilakukan Indikator Politik Indonesia, pada periode survei 26-30 Mei 2023.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, keterpilihan Prabowo Subianto sebanyak 38 persen.

"Pada simulasi 3 nama, Prabowo 38 persen, Ganjar 34,2 persen, dan Anies 18,9 persen," kata Burhanuddin, dalam paparannya secara daring, Minggu (4/6/2023).

Indikator pun menemukan elektabilitas Prabowo dan Ganjar trennya naik.

"Untuk tren dukungan dengan simulasi tiga nama yakni Prabowo, Ganjar, dan Anies, dua nama pertama cukup mengalami kenaikan. Adapun Anies, cenderung turun," ujarnya.

Menurut Burhanuddin, tren naiknya elektabilitas Prabowo didorong oleh tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tinggi di masa akhir pemerintahannya, di mana Prabowo adalah Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi.

Sebagai informasi, target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki ponsel, sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD), yakni teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1230 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Adapun margin of error survei diperkirakan ± 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. 

 

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N) (Tribunnews.com/ Igman/ Rizki/ Ibriza)

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved