Alasan PDI-P Tak Undang Demokrat ke Puncak Bulan Bung Karno Meski Puan dan AHY Sudah Bertemu

Hasto menyampaikan permintaan maaf itu secara langsung kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-sekertaris-jenderal-partai-demokrasi-indonesia-perjuangan-pdip-hasto-kristiyanto.jpg
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Sekertaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta maaf kepada Partai Demokrat lantaran tak diundang untuk menghadiri perayaan Puncak Bulan Bung Karno (BBK) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/6/2023).

"Saya komunikasi dengan Mas Teuku Riefky mengenai acara ini karena memang ini adalah konsolidasi partai. Kami intens komunikasi dengan teman-teman Partai Demokrat," ujar Hasto kepada awak media, dikutip dari Kompas.com.

Hasto menyampaikan permintaan maaf itu secara langsung kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Namun, partai berlogo banteng moncong putih itu mengundang partai politik lainnya untuk datang ke perayaan puncak BBK.

Hasto mengatakan Demokrat memiliki pandangan politik yang berbeda dengan PDI Perjuangan.

Partai Demokrat memang berkoalisi dengan Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk usung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

Sementara, PDI Perjuangan mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.

Maka, Hasto tak ingin hubungan antara Demokrat dengan Nasdem dan PKS menjadi renggang karena diundang ke acara partai yang beda pandangan politik.

"Saya bilang sama Mas Teuku Riefky, 'Mas mohon maaf karena Demokrat ini 'kan ada etika politik bersama dengan PKS, kemudian dengan Partai NasDem, yang penting komunikasi secara intens'," kata Hasto.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (KOMPAS.com/Rahel)

Hasto menuturkan PDI Perjuangan akan berkomunikasi dengan Demokrat setelah pada akhir pekan lalu kedua elite partai bertemu.

Pada hari Minggu (18/6), Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu.

Adapun, perwakilan partai politik yang sudah menyatakan hadir, yaitu Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo.

Berdasarkan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden mulai 19 Oktober hingga 25 November 2023.

Baca: Puan Maharani Bocorkan Sosok Bacawapres Ganjar Pranowo, Bakal Hadir di Acara Puncak Bulan Bung Karno

Sebagaimana Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden/wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden/wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan paling tidak 115 kursi di DPR RI.

Kemudian, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved