Keagungan Hajar Aswad di Tanah Suci Mekkah

Hajar aswad mempunyai makna penting bagi pelaksanaan ibadah umrah dan haji karena menjadi tempat permulaan dan berakhirnya tawaf.


zoom-inlihat foto
Hajar-Aswad.jpg
Twitter.com/ReasahAlharmain
Batu Hajar Aswad berada di sisi timur bangunan Ka'bah.


Muslim H. Nasution menyebutkan dalam buku Tapak Sejarah Seputar Makkah-Madinah, bahwa batu Hajar Aswad bukanlah batu yang berasal dari bumi, melainkan batu yang sengaja dibawa oleh malaikat Jibril dari surga. Hal ini bersandar pada riwayat hadits Rasulullah SAW yang menyatakan:

أَلْحَجَرُ يَاقُوْتَةٌ مِنْ يَوَاقِتِ الْجَنَّةِ رواه الترمذى

Artinya: "Hajar Aswad adalah batu dari batu-batuan surga." (HR At-Tirmidzi).

Sementara dalam riwayat lain dikatakan bahwa pada awalnya batu Hajar Aswad berwarna putih. Akan tetapi, lama-kelamaan warnanya berubah menjadi hitam kemerah-merahan sehingga dinamakan sebagai Hajar Aswad yang berarti 'batu hitam'.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya menjadi hitam akibat dosa-dosa Bani Adam." (HR Tirmidzi).

Suasana di sekitar Ka'bah - Prof Taruna Ikrar
Suasana di sekitar Ka'bah - Prof Taruna Ikrar (Tribunnnewswiki)

Makna Hajar Aswad bagi Umat Islam

Makna Hajar Aswad hakikatnya dapat diketahui dari keutamaan-keutamaan yang melekat di dalamnya. Dilansir dari buku Sejarah Hajar Aswad & Maqam Ibrahim karya Prof. Dr. Said Muhammad Bakdasy, berikut di antara makna Hajar Aswad bagi umat Islam:

1. Tangan Kanan Allah di Muka Bumi

Hajar Aswad dipercayai sebagai tangan kanan Allah SWT di muka bumi yang bisa disalami oleh hamba-Nya. Keagungan Hajar Aswad ini disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah SAW pernah berkata:

الله فِي الْأَرْضِ الحجر يمين الله الْحَجَرُ

"Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah di bumi." (HR Dailami).

2. Bagian dari Batu Yaqut Surga

Hajar Aswad bukanlah sekadar batu pada umumnya, melainkan diyakini sebagai bagian dari batu yaqut surga.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim merupakan dua batu yakut yang menjadi bagian dari batu yakut surga. Jika saja Allah tidak menghapus cahayanya, maka kedua batu itu akan menerangi Timur dan Barat." (HR at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban).

3. Batu yang Pernah Dicium Rasulullah SAW

Hajar Aswad menyimpan keistimewaan di dalamnya, sebab Rasulullah SAW pernah menciumnya ketika tawaf di Baitullah dan diikuti oleh para sahabat. Dalam sebuah riwayat Umar bin Khattab berkata:

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Artinya: "Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudharat (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu." (HR Muslim).

4. Menjadi Saksi di Hari Kiamat

Sebuah riwayat juga menyebutkan bahwa hajar Aswad kelak akan menjadi saksi di hari kiamat. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Hajar Aswad memiliki lidah dan bibir yang dapat memberikan kesaksian terhadap orang yang mencium atau menyentuhnya pada hari Kiamat dengan jujur." (Shahih Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Sunan Ibnu Majah).

Itulah sejarah dan makna Hajar Aswad sebagai batu yang berada di sudut Ka'bah dan diyakini berasal dari surga. Wallahu 'alam.

(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved