TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tujuh orang pelaku perundungan terhadap sejumlah siswa SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat akhirnya ditangkap polisi.
Sebelumnya beredar rekaman video yang menunjukkan sejumlah pelajar SMP melakukan perundungan terhadap pelajar lainnya.
Video perundungan itu diunggah pertama kali oleh akun Instagram @infojawabarat, pada Jumat (16/6/2023) malam.
Video itu lantas menjadi viral dan menuai berbagai komentar dari masyarakat. Mereka menghujat dan mencela para pelaku perundungan.
Namun, lantaran video tersebut mengandung aksi kekerasan, postingan tersebut dihapus oleh Instagram.
Video serupa pun kembali diunggah akun instagram @jktnewss maupun sejumlah akun media sosial lainnya.
Baca: Viral Video Perundungan Anak SMP di Bandung, Dipukul—Ditendang, Ahmad Sahroni: Tangkep, Penjarain!
Dalam caption, admin @jktnewss menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di Cipanas, Jawa Barat.
Meski demikan, tak dijelaskan secara rinci identitas para korban maupun para pelaku perundungan.
"Perhatian! Video mengandung kekerasan. Lagi! Kasus perundungan kembali terjadi. Kali ini di Cipanas, Cianjur. Dalam video viral yang berdurasi 38 detik tersebut terlihat 5 orang pelajar dipaksa bersujud kepada pelajar lainnya secara bergantian. Tak hanya itu, di akhir video terlihat pria berjaket hitam dengan memakai topi terlihat jelas menendang 5 pelajar tersebut dengan kakinya," tulis admin @jktnewss.
Dalam video viral itu, tampak enam orang pelajar mencium kaki beberapa pelajar lainnya sambil berjalan ngesot.
Bahkan dalam video berdurasi sekitar 38 detik itu, tampak pelajar korban perundungan ditendang oleh seorang siswa hingga jatuh tersungkur.
Baca: Terduga Pelaku Perundungan di KPI Pusat Diperiksa, Korban Akan Berikan Keterangan kepada Komnas HAM
Kronologi perundungan
Melansir dari TribunJabar, Kapolsek Pacet, AKP Hima Rawasli Pratama menjelaskan, kejadian ini bermula saat gerombolan pelaku meneriaki hingga mengejar para korban yang tengah menaiki truk semen.
Beberapa korban yang lari ke kawasan sebuah vila tertangkap oleh pelaku hingga diperlakukan sebagaimana yang tergambar dalam video yang viral di media sosial tersebut.
"Pelaku menyuruh para korban untuk mencium kaki, push up, memukul dengan sabuk, menendang badan dan kepala korban, serta menabrakkan sepeda motor ke korban," ujar Hima.
Pada awal tayangan, para remaja yang dirundung itu terlihat tengah duduk di sebuah teras rumah.
Dalam video, sang perekam kemudian meminta mereka untuk berjalan jongkok menghampiri patra perundung yang berada di depannya.
"Sok atuh muter (ayo keliling)," ucap seorang remaja laki-laki yang merekam video.
Sesuai dengan aba-aba perekam video, enam remaja laki-laki itu pun mulai berjalan jongkok dan mulai menciumi kaki para perundung.
Baca: Viral Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan oleh Oknum Pegawai KPI, Ini Tanggapan KPI Pusat
Mereka berbaris menciumi kaki para perundung sebanyak dua kali, kanan dan kiri sembari terus berjalan jongkok. Tak ada bantahan ataupun perlawanan dari para korban.