Penyebab Fimosis
Pada bayi, balita, dan anak laki-laki, fimosis terjadi karena kulup secara alamiah akan menempel pada kepala penis selama belum disunat.
Umumnya, fimosis pada anak dapat menghilang seiring dengan pertambahan usia.
Namun, pada beberapa kasus, kondisi fimosis ini dapat menyebabkan penyumbatan dan peradangan pada penis.
Sementara itu, penyakit fimosis pada remaja dan pria dewasa dapat muncul karena kondisi medis tertentu, seperti:
Penuaan.
Proses penuaan membuat produksi kolagen menurun sehingga dapat menyebabkan kulit kepala penis menjadi tidak elastis.
Jaringan parut.
Jaringan parut yang muncul karena cedera atau infeksi di sekitar kulup dapat menurunkan elastisitas kulit kepala penis.
Penumpukan smegma.
Penumpukan smegma (bercak putih yang terbentuk dari sel kulit mati, keringat, dan kotoran) berisiko menyebabkan kulup melekat dan tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis.
Cara Mencegah Fimosis
Utamanya, fimosis pada orang dewasa dapat dicegah dengan menjaga kebersihan penis serta menghindari faktor risikonya.
Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fimosis adalah sebagai berikut:
- Melakukan sunat secara dini.
- Membersihkan penis menggunakan air bersih secara perlahan.
- Melakukan hubungan seksual yang aman untuk mencegah infeksi menular seksual.
Faktor Risiko Fimosis
Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fimosis adalah sebagai berikut:
- Cedera fisik pada penis.
- Radang kepala penis.
- Mengidap infeksi atau penyakit menular seksual.