Soal Pertemuan Puan & AHY, Nasdem Curiga PDIP Miliki Niat Buruk: Kalau Memecah Belah Koalisi?

Nasdem meyakini Demokrat mempunyai iman yang kuat sehingga partai itu tidak akan meninggalkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).


zoom-inlihat foto
Ketua-Umum-Partai-Demokrat-77.jpg
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua DPP Partai Nasdem Effendi Choirie curiga bahwa PartaI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki niat kurang baik perihal rencana pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani.

Kendati demikian, Effendi meyakini Demokrat mempunyai iman yang kuat sehingga partai itu tidak akan meninggalkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang kini mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.

"Kalau ada niat memecah belah ada menggerogoti Koalisi Perubahan gimana? Mungkin saja mereka (PDI-P) punya niat kurang baik," kata Effendi, Senin (12/6/2023), dikutip dari Kompas.com.

"Tapi Nasdem percaya sama Demokrat. Iman Demokrat tetap kuat bersama Koalisi Perubahan."

Effendi mengatakan Nasdem tak khawatir dikhianati. Lebih lanjut, dia mengatakan pertemuan antarpartai politik adalah sesuatu yang baik asalkan dibarengi dengan niat yang juga baik.

Menurut Effendi, selama ini terdapat jarak antara PDIP dan Demokrat. Dia menyinggung hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menurutnya kurang bagus.

Baca: Viral Megawati Ngaku Berjuluk Perempuan Terkuat di Dunia, Mega: Apa yang Kurang Saya ?

"Mega-SBY selama ini hubungannya kurang bagus. Sekjen PDI-P pernah bilang tertutup koalisi dengan Demokrat dan PKS. Nah sekarang mereka mau bertemu dengan Demokrat, itu bagus," kata dia.

Dia turut menyinggung kemungkinan PDI-P dan Demokrat melakukan rekonsiliasi jika rencana pertemuan Puan dengan AHY benar-benar terwujud.

Dari kiri ke kanan, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Presiden Joko widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Bakal Calon Presiden dari PDI-P, Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-P Prananda Prabowo berfoto bersama seusai pengumuman bakal capres PDI-P yang dilaksanakan di Istana Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023).
Dari kiri ke kanan, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Presiden Joko widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Bakal Calon Presiden dari PDI-P, Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-P Prananda Prabowo berfoto bersama seusai pengumuman bakal capres PDI-P yang dilaksanakan di Istana Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023). (ISTANA KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO)

Effendi menegaskan bahwa KPP bakal tetap solid kendati Puan dikabarkan akan bertemu dengan AHY. Namun, dia berujar bahwa tiap partai dalam KPP tetap berhak berkomunikasi dengan partai mana pun.

Pada hari Minggu, (11/6/2023), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto bertemu dengan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Pertemuan itu diadakan guna membahas rencana pertemuan resmi antara Puan dan Ketua AHY.

Baca: AHY Belum Dapat Kepastian Jadi Cawapres Anies Baswedan, Mungkinkah Ia akan Membelot ke PDIP?

Baca: Demokrat Tanggapi Tudingan NasDem soal Paksakan AHY Jadi Cawapres Anies Baswedan

Riefky mengklaim pertemuan itu berlangsung hangat lantaran kedua partai besar itu antusias menunggu pertemuan tersebut.

Akan tetapi, Riefky mengatakan kedua belah pihak menghormati pilihan politik kini berbeda.

PDIP sudah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden, sedangkan Demokrat memilih mendukung Anies Baswedan.

“Walaupun kami sangat antusias membicarakan rencana pertemuan Mbak Puan dan Mas AHY, namun kami tetap menjaga etika politik dan saling menghormati posisi saat ini," kata Riefky dikutip dari Kompas.com.

Riefky ingin agar pertemuan Puan dengan AHY bisa menjadi contoh bagi semua pihak di dunia politik negeri ini. Dia menyinggungnya sebagai angin segar bagi perpolitikan tanah air.

Baca: Megawati Masih Bungkam soal Pendamping Ganjar, AHY hingga Erich Thohir Masuk Bursa Cawapres

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pemilu 2024 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Gending Sriwijaya (2013)

    Gending Sriwijaya adalah sebuah film drama laga kolosal
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved