TRIBUNNEWSWIKI.COM - Demokrat memberikan tanggapan atas tudingan Partai NasDem mengenai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan.
Tudingan itu pun membuat Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, angkat bicara.
Anak buah AHY itu membantah keras tudingan rekan koalisinya di koalisi perubahan untuk persatuan tersebut.
Dia pun memintah elite NasDem yang memberikan tudingan itu menanyakan langsung kepada Anies Baswedan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
"Itu tidak benar. Partai Demokrat tidak pernah memaksakan AHY sebagai Bacawapres Anies Baswedan. Silakan ditanyakan kepada Capres Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Nasdem dan Ketua Umum PKS," kata Kamhar saat dikonfirmasi, Sabtu (10/6/2023).
AHY, kata Kamhar, telah meneken tanda tangan piagam kerja sama dengan koalisi perubahan.
Adapun salah satu perjanjian di dalamnya ketiga parpol telah setuju memberikan kepercayaan penentuan bacawapres kepada Anies.
Baca: Megawati Masih Bungkam soal Pendamping Ganjar, AHY hingga Erich Thohir Masuk Bursa Cawapres
"Mas Ketum AHY telah menandatangani Piagam Kerjasama Tiga Partai yang salah satu klausul di dalamnya memberikan kepercayaan penuh kepada Bacapres Mas Anies Baswedan untuk menentukan wakilnya," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Partai NasDem mengatakan, adanya paksaan dari Partai Demokrat untuk mengusung nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan.
Keterangan itu disampaikan langsung oleh Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni.
"Mereka (Demokrat) maksa pokoknya untuk AHY mendampingi Anies," kata Sahroni kepada awak media saat ditemui di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
Meski demikian, Sahroni menilai bahwa hal tersebut wajar dilakukan oleh Partai Demokrat.
Baca: Megawati Bosan Ditanya Siapa Cawapres Ganjar : Tunggu Saja, Saya Bisa Putuskan Sendiri
Terlebih Partai Demokrat merupakan partai besar yang secara batin menginginkan kadernya sebagai pemimpin bangsa.
"Namanya usaha boleh-boleh saja kan gak ada paksaan, ya namanya normal nanya kapan mau diumumin wajar lah namanya partai besar juga pengen kader sendiri yang muncul sebagai Cawapres Anies," tutur dia.
Sahroni juga menyebut, kalau sejauh ini Koalisi Perubahan memang sedang mempersiapkan untuk mengumumkan nama bakal cawapres Anies Baswedan.
Tak hanya Koalisi Perubahan, setiap partai politik yang ada di dalam koalisi juga memiliki tujuan dan strategi yang sama, yakni mengumumkan nama pasangan calon.
Namun menurut dia, hal tersebut masih terus dalam pengkajian dan pendalaman mengingat kondisi politik saat ini yang dinamis.
Baca: Puan Ungkap Kandidat Cawapres Ganjar, Dari AHY Hingga Mahfud MD
"Itu kan keinginan parpol pastikan beda-beda, PKS beda NasDem beda Demokrat beda semua partai selain koalisi perubahan pasti punya keinginan yang sama pengen cepet-cepet diumumin cawapresnya," kata dia.
"Tapi dengan situasional yang terjadi saat ini sangat dinamis dengan semua calon wakil presiden di republik ini, semua bagus-bagus kok," ujar Sahroni.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)