AHY & Puan Akan Bertemu, Pengamat: Ada Kebuntuan Politik Perihal Cawapres Anies

Pertemuan Puan dengan AHY disebut menunjukkan adanya kebuntuan politik perihal sosok cawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).


zoom-inlihat foto
Bakal-calon-presiden-dari-Koalisi-Perubahan-Anies-Baswedan.jpg
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, berpidato di hadapan kader dan simpatisan Partai Demokrat saat baru tiba di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (2/3/2023)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua DPP PDIP Puan Maharani santer dikabarkan akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro, pertemuan Puan dengan AHY menunjukkan adanya kebuntuan politik perihal sosok cawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

KPP telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Namun, Anies tak kunjung mengumumkan nama cawapresnya,

Agung mengatakan ada banyak nama yang disebut berpotensi mendampingi Anies, termasuk AHY.

"Untuk menjadi cawapres, AHY mesti berhadapan nama-nama mainstream yang menguasai survei elektabilitas cawapres dalam sosok Sandiaga, Ridwan Kamil, Erick Thohir, dan Mahfud MD," ujar Agung dikutip dari Tribunnews, Senin (12/6/2023).

Menurut Agung, cawapres pada pilpres mendatang harus mampu berasosiasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"Secara personal, sosok AHY memiliki elektabilitas sebagai cawapres. Namun untuk dipasangkan dengan Ganjar, rasanya perjalanannya masih jauh," kata dia.

Baca: NasDem Yakin Demokrat Setia: Jika Berkhianat Dapat Dosa dan Kutukan

Baca: Puan Dikabarkan Bakal Bertemu AHY, PKS Tak Khawatir Demokrat Pindah ke Koalisi PDIP

"Walaupun untuk sebatas membangun koalisi masih terbuka, menimbang ada kesamaan nasib sebagai latar mengapa keduanya bertemu."

Dia menganggap pertemuan Puan dengan AHY bisa menjadi sumber bagaimana komunikasi politik mampu mencairkan kebekuan politik di antara keduanya.

Dari kiri ke kanan, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Presiden Joko widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Bakal Calon Presiden dari PDI-P, Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-P Prananda Prabowo berfoto bersama seusai pengumuman bakal capres PDI-P yang dilaksanakan di Istana Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023).
Dari kiri ke kanan, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Presiden Joko widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Bakal Calon Presiden dari PDI-P, Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-P Prananda Prabowo berfoto bersama seusai pengumuman bakal capres PDI-P yang dilaksanakan di Istana Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023). (ISTANA KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO)

"Ini pascapernyataan Sekjen PDIP yang sempat mengungkap bahwa PDIP agak sulit berkoalisi dengan Demokrat dan PKS karena berbeda haluan politik," kata Agung.

Di samping itu, Agung turut melihat kemungkinan lain perihal rencana pertemuan keduanya, yakni bagaimana Demokrat bisa menjelaskan percobaan kudeta lagi dari kubu Moeldoko.

"Minimal Demokrat tak diganggu oleh Kubu Moeldoko yang untuk kesekian kalinya masih mengajukan perkara di meja hijau, sekaligus membuka kans AHY sebagai menteri ketika reshuffle mengemuka."

Baca: Demokrat Tanggapi Tudingan NasDem soal Paksakan AHY Jadi Cawapres Anies Baswedan

Kecurigaan Nasdem

Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem Effendi Choirie curiga bahwa PDIP memiliki niat kurang baik perihal rencana pertemuan AHY dengan Puan.

Kendati demikian, Effendi meyakini Demokrat mempunyai iman yang kuat sehingga partai itu tidak akan meninggalkan KPP yang kini mengusung Anies sebagai bakal calon presiden.

"Kalau ada niat memecah belah ada menggerogoti Koalisi Perubahan gimana? Mungkin saja mereka (PDI-P) punya niat kurang baik," kata Effendi, Senin (12/6/2023), dikutip dari Kompas.com.

"Tapi Nasdem percaya sama Demokrat. Iman Demokrat tetap kuat bersama Koalisi Perubahan."

Effendi mengatakan Nasdem tak khawatir dikhianati. Lebih lanjut, dia mengatakan pertemuan antarpartai politik adalah sesuatu yang baik asalkan dibarengi dengan niat yang juga baik.

Menurut Effendi, selama ini terdapat jarak antara PDIP dan Demokrat. Dia menyinggung hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menurutnya kurang bagus.

Baca: AHY Belum Dapat Kepastian Jadi Cawapres Anies Baswedan, Mungkinkah Ia akan Membelot ke PDIP?

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Pilpres 2024 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved