Tahun Ajaran Baru di Afganistan, Siswa Perempuan Dilarang Masuk Sekolah Menengah

Pemerintahan Taliban di Afganistan melarang perempuan belajar di sekolah menengah mulai Maret 2022.


zoom-inlihat foto
Kaum-wanita-di-Afganistan-b.jpg
AHMAD SAHEL ARMAN / AFP
Kaum wanita di Afganistan berunjuk rasa di depan Kementerian Pendidikan di Kabul, (26/3/2022). Mereka meminta sekolah dibuka untuk anak perempuan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tahun ajaran baru di Afganistan telah dimulai. Namun, ratusan ribu perempuan di negara itu dilarang belajar di sekolah menengah.

Menteri Pendidikan Afganistan Habibullah Agha mengatakan saat ini siswa perempuan hanya diperbolehkan belajar hingga kelas 6.

Sementara itu, madrasah menjadi satu-satunya lembaga pendidikan yang terbuka bagi remaja putri dengan umur berapa pun.

Yalda, seorang siswi kelas 9 di Kota Kabul, mengeluhkan kebijakan itu. Menurutnya, madrasah bagus untuk meningkatkan pengetahuan agamanya.

"Namun, madrasah tidak bisa membantu saya menjadi dokter karena hal itu dilakukan di sekolah," kata Yalda dikutip dari Al Jazeera, (24/3/2023).

Sementara itu, seorang siswi kelas 10 bernama Sara sangat berharap sekolah bisa dibuka kembali sepanjang waktu.

"Mungkin suatu hari sekolah akan dibuka kembali dan pendidikan saya akan lebih maju. Saya tak pernah kehilangan harapan," kata Sara.

Baca: Perempuan di Afganistan Dilarang Ikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi

Pemerintahan Taliban di Afganistan melarang perempuan belajar di sekolah menengah mulai Maret 2022. Kemudian, pada bulan Desember tahun yang sama Taliban melarang perempuan belajar di universitas.

Taliban berjanji akan membuka kembali sekolah menengah untuk kaum hawa apabila persyaratan atau kondisi telah terpenuhi.

Menurut pejabat Taliban, pelarangan itu bisa dibenarkan karena kurangnya "lingkungan yang aman". Kendati demikian, beberapa pemimpin Taliban berujar bahwa dalam Islam perempuan berhak atas pendidikan dan pekerjaan.

Baca: Warga Afganistan Minta Pangeran Harry Diadili karena Bunuh Militan Taliban

Janji yang sama pernah dibuat saat Taliban berkuasa tahun 1996 hingga 2001. Namun, dalam periode 5 tahun itu, perempuan tetap dilarang belajar di sekolah menengah atas.

Afganistan kini menjadi satu-satunya negara di dunia ini yang melarang perempuan menuntut ilmu di sekolah menengah.

Kaum hawa di Afganistan juga disingkirkan dari kehidupan masyarakat. Mereka diberhentikan dari pekerjaan di pemerintahan. Bahkan, mereka dilarang pergi ke taman, festival, pusat kebugaran, dan pemandian umum.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengklaim Afganistan di bawah Taliban adalah negara yang paling menindas hak perempuan. Misi Bantuan PBB untuk Afganistan (UNAMA) mendesak pemerintah di sana untuk mencabut larangan tersebut.

"UNAMA mengulangi permintaannya kepada pihak berwenang untuk mencabut segala kebijakan diskriminatif terhadap wanita dan anak perempuan," kata UNAMA melalui Twitter.

"Mereka tak hanya menghalangi aspirasi dari setengah penduduk, tetapi juga menyebabkan kehancuran besar bagi Afganistan."

Baca: Setahun Taliban Berkuasa, Banyak Wanita Afganistan Terpaksa Jual Bayi demi Bisa Makan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Afganistan di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved