Warga Afganistan Minta Pangeran Harry Diadili karena Bunuh Militan Taliban

Pembunuhan itu diungkapkan oleh Harry dalam Spare, memoarnya yang baru saja terbit.


zoom-inlihat foto
Pangeran-Harry-dari-Inggris-dan-istrinya-Meghan-berjalan-menuruni-tangga-Opera-House.jpg
STR / AFP
Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya, Meghan, berjalan menuruni tangga Opera House di Sydney, 16 Oktober 2018


TRIBUNNESWIKI.COM - Sejumlah warga Afganistan meminta Pangeran Harry diadili setelah anggota keluarga Kerajaan Inggris itu mengaku pernah membunuh 25 militan Taliban.

Pembunuhan itu diungkapkan oleh Harry dalam Spare, memoarnya yang baru saja terbit. Harry menganggap orang-orang yang dibunuhnya bukanlah "manusia", tetapi "bidak catur yang harus disingkirkan dari papan catur".

Selama karier militernya, Harry pernah dua kali bertugas di Afganistan. Salah satunya berlangsung tahun 2012—2013 ketika dia menjadi kopilot penembak di sebuah helikopter Apache.

Mullah Abdullah, seorang korban serangan udara tahun 2011, menjadi satu di antara sejumlah warga negara itu yang meminta Harry diadili. Dia mengaku kehilangan sembilan anggota keluarganya akibat serangan yang diduga dilakukan tentara Inggris.

Kepada Associated Press, Abdullah mengatakan rumahnya terkena serangan ketika dia sedang berada di pasar. Ayahnya menjadi salah satu korban tewas.

"Kami meminta masyarakat dunia untuk mengadili orang ini (Pangeran Harry) dan kami harus mendapat ganti rugi atas kemalangan kami," kata Abdullah dikutip dari Sky News, (9/1/2023).

"Kami kehilangan rumah kami, hidup kami, dan anggota keluarga, kami kehilangan penghidupan kami dan juga orang-orang tersayang kami."

Baca: Sesumbar Mengaku Pernah Bunuh 25 Militan Taliban, Pangeran Harry Dikecam

Senada dengan Abdullah, sekelompok pejabat Taliban di Provinsi Helmand juga meminta Harry diadili. Salah satunya adalah Hameedullah Hameedi, seorang anggota dewan provinsi di sana.

"Jika Harry menganggap dirinya sebangai anggota dunia yang beradab, mengatakan hal itu (membunuh 25 orang) adalah sesuatu yang memalukan baginya," kata Hameedi.

"Dan secara bangga mengatakan hal itu, seperti orang yang buta huruf dari masyarakat miskin tanpa pengetahuan dan pendidikan, adalah hal yang lebih memalukan lagi."

Baca: Respons Keluarga Kerajaan Inggris Atas Kelahiran Anak Kedua Meghan Markle dan Pangeran Harry

Hameedi meminta Harry segera diadili dan dihukum. Menurutnya, pernyataan Harry berdampak terhadap hubungan antara Ingrgis dan Afganistan karena orang-orang tahu Harry adalah anggota keluarga Kerajaan Inggris.

Samiullah Sayed selaku wakil direktur pendidikan di Helmand turut buka suara.

"Karena pangeran itu telah mengakui bahwa dia menewaskan 25 orang. Tidak hanya Harry, tetapi juga yang lainnya yang menyerbu Afganistan telah melakukan kejahatan yang sama," kata Sayed.

"Sebagai bangsa yang merdeka, kami tak akan pernah melupakan kebrutalan, kekejaman, dan kebengisan yang mereka lakukan terhadap negara dan rakyat kami."

Sejumlah warga Afganistan juga melakukan unjuk rasa dengan membawa poster Harry.

Harry sendiri mengatakan bahwa pembunuhan 25 warga Afganistan itu bukanlah sesuatu yang "memuaskan" dia. Akan tetapi, dia juga tidak merasa malu akibat tindakan itu.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Taliban di sini.

 

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved