TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia mengatakan akan berupaya mendapatkan puing-puing drone mata-mata milik Amerika Serikat (AS) yang jatuh di Laut Hitam.
Menurut militer AS, drone itu jatuh pada hari Selasa, (14/3/2023), setelah ditabrak oleh jet tempur Su-27 milik Rusia.
Rusia membantah jet tempurnya menjadi penyebab jatuhnya drone tersebut. Selain itu, Rusia mengatakan hubungannya dengan AS kini berada pada "titik terendah".
"Saya tidak tahu apakah kita akan berhasil mendapatkan drone itu, tetapi hal itu harus dilakukan. Dan kita pastinya akan mengusahakannya. Pastinya saya berharap akan berhasil," kata Sekretaris Dewan Keamanan Kremlin, Nikolai Patrushev, kepada TV Rossiya-1, dikutip dari Reuters.
"Yang kedua, mengenai drone itu, orang Amerika tetap berujar bahwa mereka tidak ambil bagian dalam operasi militer. Ini adalah bukti terbaru bahwa mereka ikut serta secara langsung dalam aktivitas ini, di dalam perang," kata dia.
Baca: Bertabrakan dengan Jet Tempur Rusia, Drone AS Jatuh di Laut Hitam
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, John Kirby, mengatakan drone itu mungkin tidak bisa didapatkan kembali. Namun, kata dia, AS telah mengambil tindakan pencegahan untuk mempersulit Rusia mendapatkan drone itu.
Kementerian Pertahanan Rusia sempat menyebut peristiwa jatuhnya drone itu sebagai provokasi dari AS.
Namun, menurut AS, peristiwa itu berawal ketika dua jet tempur Su-27 mencegat drone itu secara sembrono ketika terbang di zona udara internasional.
Baca: Intelijen: Tiongkok Pertimbangkan Kirim Drone & Amunisi ke Rusia
AS mengatakan jet itu membuang bahan bakar ke drone berjenis MQ-9 itu. Kemungkinan hal itu bertujuan untuk merusak atau "membutakan" drone itu.
Jet tersebut kemudian terbang di depan drone itu dan membuat manuver berbahaya. Pada pukul 07.03 (06.03 GMT), salah satu jet bertabrakan dengan drone dan membuatnya jatuh.
"Pada kenyataannya, tindakan yang berbahaya dan tidak profesional yang dilakukan Rusia nyaris menyebabkan kedua pesawat itu jatuh," kata Jenderal James Hecker dari Angkatan Udara AS dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters.
Keterangan berbeda disampaikan oleh Kementerian Pertahahan Rusia. Kementerian itu membantah bahwa jet tempur Su-27 bersentuhan dengan drone AS. Drone itu justru diklaim jatuh setelah melakukan "manuver tajam". Rusia menyebut drone itu sudah dideteksi di dekat Semenanjung Krimea.
Baca: Bertuliskan Selamat Tahun Baru, Drone Kamikaze Rusia Serang Ukraina
"Jet tempur Rusia tidak menggunakan onboard weapon-nya, tidak bersentuhan dengan drone itu dan kembali dengan aman ke landasan udaranya," demikian pernyataan Kementerian Pertahahan Rusia.
Kementerian Luar Negeri AS telah memanggil Duta Besar Rusia, Anatoly Antonov, untuk membahas insiden itu.
"Bagi kami, kami tidak ingin ada konfrontasi antara Amerika Serikat dan Rusia. Kami mendukung pengembangan hubungan yang pragmatis demi keuntungan bagi rakyat Rusia dan Amerika," kata Antonov.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini.