TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang balita perempuan (3 tahun) di Amerika Serikat (AS) tak sengaja menembak mati saudara perempuannya (4 tahun) hingga tewas.
Peristiwa nahas itu terjadi di rumah mereka di Texas pada Minggu malam, (12/3/2023).
Tim penyelamat mendatangi korban langsung setelah menerima panggilan darurat pukul 19.30 waktu setempat. Awalnya tim itu diberi tahu adanya seorang balita yang terluka di sebuah apartemen.
Menurut polisi, korban tinggal di apartemen itu bersama dengan lima orang dewasa, termasuk ibunya dan ayah tirinya. Suatu ketika, adik perempuannya mengambil senapan semi otomatis yang telah diisi peluru dan menembaknya.
Keluarga korban yakin bahwa setidaknya ada satu orang yang mengawasi kedua balita itu. Namun, tidak ada mengawasi keduanya ketika mereka berada di kamar tidur.
Korban dinyatakan meninggal di TKP. Belum diketahui dengan jelas apakah ada pihak keluarga yang bakal didakwa melakukan tindak pidana karena gagal memastikan bahwa senjata itu aman dari anak-anak.
Baca: Kemlu Sebut Tak Ada Korban WNI dalam Insiden Penembakan di Festival Imlek California
"Ini terdengar seperti kisah tragis lainnya tentang anak yang bisa memperoleh akses terhadap senjata api dan melukai orang lain," kata Ed Gonzalez selaku kepala polisi di wilayah Harris, dikutip dari The Guardian, (14/3/2023).
"Masyarakat sedih ketika seorang anak kehilangan nyawanya dengan cara seperti ini."
Baca: 10 Orang Tewas dalam Insiden Penembakan saat Perayaan Tahun Baru Imlek di California
Gonzalez menyebut bahwa peristiwa tragis itu menegaskan bahwa pemilik senjata api harus bertanggung jawab atas senjata miliknya.
"Kalian harus mengamankan senjata kalian di tempat yang aman," kata Gonzalez kepada wartawan.
"Harus lebih dari sekadar berkata kepada anak-anak agar tidak menyentuh senjata itu."
Identitas korban, pelaku, dan anggota keluarga lainnya belum diungkap oleh polisi.
Di AS, kekerasan dengan senjata api dan kecelakaan dalam penggunaan senjata itu menjadi penyebab utama kematian anak-anak. Korban tewas akibat senjata api bahkan lebih banyak daripada korban tewas akibat kecelakaan mobil, kecelakaan lain, dan penyakit bawaan.
Organisasi riset bernama Everytown for Gun Safety memperkirakan tiap tahun ada 19.000 anak-anak dan remaka yang ditembak.
Menurut organisasi itu, sebagian besar kasus pembunuhan terhadap anak dan remaja dengan senjata api, baik secara sengaja atau tidak sengaja, terjadi di rumah.
Selain itu, tiap tahun diperkirakan ada 3 juta remaja yang mengetahui atau menyaksikan penembakan, baik di rumah, area tempat tinggal, dan sekolah. Peristiwa itu mempengaruhi mereka meski mereka tidak terluka secara fisik.
Baca: Twitter & Facebook Hapus Video Penembakan Mantan PM Jepang Shinzo Abe
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang penembakan di sini.