Kemlu Sebut Tak Ada Korban WNI dalam Insiden Penembakan di Festival Imlek California

Penembakan dilakukan oleh seorang laki-laki di sebuah club di daerah Alhambra, California, Sabtu 21 Januari jam 22.22 waktu Los Angeles


zoom-inlihat foto
Direktur-Perlindungan-Warga-Negara-Indonesia-WNI-Kemenlu-Judha.jpg
KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu Judha Nugraha pasca konferensi pers di Gedung Nusantara Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/10/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebutkan, hingga kini tidak ada informasi korban warga negara Indonesia (WNI) dalam insiden penembakan massal setelah perayaan Imlek di California, Amerika Serikat.

Penembakan dilakukan oleh seorang laki-laki di sebuah club di daerah Alhambra, California, Sabtu 21 Januari jam 22.22 waktu Los Angeles atau Minggu 22 Januari jam 13.22 WIB.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengungkapkan, informasi tak adanya WNI yang menjadi korban diperoleh setelah Konsulat Jenderal RI (KJRI) Los Angeles berkoordinasi dengan otoritas setempat.

"KJRI Los Angeles telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya korban WNI," kata Judha saat dihubungi, Senin (23/1/2023), dikutip dari Kompas.com.

Judha mengatakan, motif penembakan belum diketahui.

Berdasarkan laporan Sheriff setempat, ada korban 20 orang, dan 10 di antaranya meninggal dunia. 

"Pelaku satu orang, diidentifikasi laki-laki, tetapi belum tertangkap. Motif penembakan juga belum diketahui. Pelaku menggunakan senjata semi otomatis," beber Judha.

Dikutip dari AFP, pria bersenjata itu melepaskan tembakan di sebuah tempat dansa di Monterey Park, saat masyarakat setempat baru merayakan Tahun Baru Imlek.

Baca: 10 Orang Tewas dalam Insiden Penembakan saat Perayaan Tahun Baru Imlek di California

Saksi mata mengungkapkan, pelaku menembak tanpa pandang bulu dengan senjata semi otomatis.

Kapten Andrew Meyers dari Departemen Sheriff Los Angeles County mengatakan, petugas telah menanggapi panggilan darurat pada Sabtu (21/1/2023) sekitar pukul 22.20 waktu setempat dan kemudian mendapati orang-orang berhamburan keluar dari tempat kejadian perkata (TKP).

"Petugas masuk ke lokasi dan menemukan korban tambahan," kata dia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved