Ditambah lagi hubungan kerjasama juga sudah berakhir sejak musim lalu.
"Dan kerjasama tersebut sudah berakhir di musim lalu. Jadi ya sudah selesai dengan Pak Wahyu," paparnya.
Sementara itu, General Manajer ad Interim Arema FC Yusrinal Fitriandi juga memberikan komentarnya.
Dia menjelaskan Arema FC tidak pernah melakukan kerja sama secara personal dengan Wahyu Kenzo.
Semua hubungan kerja sama tersebut dilakukan secara profesional lewat badan usaha yang legal dan berstruktural.
“Ya intinya Arema itu tidak pernah bekerja sama dengan personal, kami pasti company to company. Untuk terkait beliau ini kan secara instansi Arema tidak tahu kegiatan di luar dari kerja sama itu, beliau punya usaha apa saja,” jelas pria yang kerap dipanggil Inal itu.
“Kami kerja samanya dengan The Legion, itu nutrisi susu dan so far tidak ada masalah,” imbuhnya.
Kerja sama yang dibuat pun tidak semata mengacu pada satu personal saja.
Akan tetapi sebuah perusahaan yang terdapat banyak entitas di dalamnya.
Sementara kasus yang kini dihadapi Wahyu Kenzo dianggap sebagai masalah personal.
Selain itu produk yang bekerja sama dengan Arema FC juga tidak ada sangkut pautnya dengan ATG.
“Intinya dengan Arema tidak ada masalah karena berbeda perusahaan, berbeda bidang usahanya. Jadi saya pikir itu personalnya beliau saja, secara instansi kami tidak tahu itu,” kata Inal.
Dia juga menegaskan, Arema FC tidak mau berkomentara atau masuk lebih jauh soal kasus yang menjerat Wahyu Kenzo.
akan tetapi Inal memastikan akan terus menghormati kontrak kerja sama yang ada selama tidak ditemukan tindakan-tindakan ilegal di dalamnya.
“Kami tidak terkait dengan persoalan hukum yang kini sedang dijalani WK, kami hanya bekerja sama bisnis to bisnis dengan produk nutrisi. Kami juga tidak memiliki kompetensi untuk mendalami siapa pemiliknya atau pemegang sahamnya,”
“Murni yang terjadi adalah ikatan kontrak sponsorship. Sampai saat ini kerja sama berjalan normal kendati sepak bola belum stabil,” paparnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)