Anggaran NTT untuk pendidikan sebesar 50 persen. APBD NTT mengalokasikan 35 persen atau melampaui amanat undang-undang yakni 20 persen. Belum lagi intervensi DAU dan DAK.
Maka untuk menjawab besaran anggaran tersebut diperlukan desain khusus.
Oleh karena itu, rencana khusus itu berfokus di dua sekolah, yaitu SMAN 1 dan SMAN 6.
Akan tetapi ada juga sekolah yang justru meminta untuk menjalankan program demikian.
Gubernur NTT ini lalu mengiyakan permintaan tersebut.
"Ya coba saja. Nanti kita lihat ada yang sanggup. Laporan kepala dinas kepada saya, dua punya kemampuan dan dapat menjalankan. Pertama SMA 1, dua SMA 6," kata dia.
Dua sekolah itu menurut dia akan berjalan terus dengan kebijakan masuk sekolah pukul 05.00 Wita. Karena itu, kalau ada kekurangan seperti kendaraan umum, dilakukan evaluasi.
Bagi dia, setiap perubahan pasti menuai pro dan kontra.
Oleh sebab itu, Viktor Laiksodat sepakat bahwa perlu ada analisis dan kajian.
Di samping Viktor mengaku saat ini sedang dilakukan kajian.
Gubernur NTT ini bahkan mempersilahkan para orangtua untuk memindahkan anaknya jika merasa tak mampu untuk masuk sekolah sesuai kebijakan yang ditetapkan itu.
Hal tersebut disampaikan oleh Viktor Laiskodat dalam sambutannya di pembukaan Sidang Sinode GMIT, Selasa 28 Februari 2023.
"Bagi orang tua yang ingin mendorong anaknya ke situ, dia akan disiapkan dengan baik menjadi pemimpin masa depan. Yang tidak mau tidak dipaksa, monggo geser kasih keluar anaknya," kata Viktor Laiskodat, dikutip dari PosKupang.
(TRIBUN MEDAN/TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Paksa Siswa Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Pengamat Kritik Gubernur NTT: Ada Kesesatan Logika