Kemudian berangkat ke sekolah sebelum jam 05.00 Wita, maka siswa juga rawan mendapatkan kekerasan seksual lantaran hari masih gelap dan transporasi tidak tersedia.
"Rawan kekerasan seksual karena masih gelap dan transportasi tidak tersedia bagi sebagian besar siswa/i. Di sekolah, siswa/i juga bisa stres, mengantuk di kelas, semangat menurun," imbuhnya.
Sementara dampak negatif untuk orangtua, maka orang tua pasti akan sangat sibuk dengan aktifitas lainnya.
Entah aktivitas rumah ataupun mereka yang bekerja, kurang tidur dan bingung menghadapi situasi ini bahkan stres.
Begitu juga bagi guru yang kurang istirahat dan tergesa-gesa.
"Guru menjadi kurang istirahat, tergesa-gesa, stres. Mungkin guru terpaksa ikut aturan karena takut dipecat," tutur Veronika Ata.
Veronika menegaskan, pihaknya tidak setuju dengan kebijakan Pemprov NTT dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.
Viktor Laikodat Minta Sebut Boleh Pindahkan Anak Jika Tak Mau Masuk Pukul 5 Pagi
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat tetap bersikukuh enggan mencabut kebijakannya saol sekolah yang masuk pukul 05.00 WITA.
Perdebatan soal siswa yang sulit bangun pagi, Gubernur NTT ini sesumbar bahwa kebijakan tersebut mendorong siswa bangun lebih awal.
Ditambah di dua sekolah yang diberlakukan kebijakan tersebut merupakan sekolah unggul.
Viktor pun menjelaskan soal anggaran yang begitu besar untuk investasi Pendidikan.
Akan tetapi sangat minim siswa bisa masuk ke perguruan tinggi layaknya Universitas Indonesia maupun Universitas Gajah Mada ( UGM).
Baca: Agnes Gracia Terancam di D.O dari Sekolah, Pengacara Ngaku Kliennya Tak Ada Niat Provokasi
Baca: Kronologi Ayah di NTT Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Anak Kembar, Terancam Penjara 12 Tahun
Mantan anggota DPR RI ini juga menyebut kebijakan tersebut adalah hasil pertemuannya dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT serta para kepala sekolah.
Kebijakan itu menurutnya hanya berlaku pada dua sekolah.
"Dua sekolah itu sekolah unggul. Unggul dalam pengetahuan, unggul dalam karakter," kata dia.
Viktor Laiskodat menambahkan dua sekolah itu untuk mencukupi segala kekurangan.
Ia mengaku NTT tidak bisa disamakan dengan Jakarta.
Kekurangan NTT seperti infrastruktur sampaisuprastruktur.
"Semua kita kurang, kecuali uang," imbuhnya.