TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat (AS) akhirnya merilis foto "balon mata-mata" Tiongkok sebelum balon itu ditembak jatuh oleh jet tempur F-22.
Balon itu pertama kali terdeteksi pada tanggal 28 Januari di langit Montana. Setelah memunculkan kegemparan, balon itu ditembak jatuh tanggal 4 Februari di lepas pantai South Carolina.
Adapun foto balon itu diambil dari kokpit pesawat mata-mata U-2 yang dikerahkan oleh Angkatan Udara AS. Foto itu memperlihatkan gambar balon itu dalam jarak dekat. Balon itu tampak membawa panel besar di bawah inflatable bulb-nya.
Menurut Kementerian Pertahanan (Kemenhan) AS, foto itu diambil sehari sebelum balon ditembak. Saat itu balon sedang terbang di tengah wilayah AS.
Mengutip pemberitaan Al Jazeera, sebelum ditembak, balon tersebut dilaporkan sempat terbang di dekat beberapa infrastruktur militer.
Baca: UFO yang Ditembak Jatuh AS Diduga Hanya Balon Seharga Rp182 Ribu
Politikus Partai Republik mencela pemerintah karena dianggap lamban dalam menembak jatuh balon itu. Namun, pejabat Kemenhan mengatakan balon itu tak bisa ditembak jatuh ketika sedang terbang di atas daratan AS karena bisa membahayakan warga sipil.
AS berhasil mendapatkan puing-puing balon itu, termasuk "semua sensor utama dan bagian-bagian elektronik".
Baca: Bersama Xi Jinping, Joe Biden Akan Bahas Insiden Balon Mata-Mata Tiongkok
Melansir dari Sky News, Gedung Putih mengatakan balon itu tidak menunjukkan adanya aktivitas makhluk luar Bumi. Sebelumnya, di tengah masyarakat AS sempat muncul spekulasi tentang alien.
Sementara itu, Tiongkok sudah mengakui bahwa balon itu miliknya. Namun, Tiongkok membantah bahwa balon itu digunakan untuk keperluan spionase. Balon itu, menurut Tiongkok, adalah balon yang digunakan untuk penelitian cuaca.
Insiden balon itu membuat hubungan antara AS dan Tiongkok memanas. Tiongkok kemudian ganti menuding AS telah menerbangkan balon mata-matanya di wilayah Tiongkok. AS membantah tudingan itu.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bahkan membatalkan kunjungannya ke Tiongkok akibat insiden balon tersebut. Dia kemudian bertemu dengan diplomat senior Tiongkok, Wang Yi, di sela-sela konferensi keamanan yang digelar di Munich, Jerman. Sebelumnya, Wang menuding telah bertindak berlebihan dalam menangani persoalan balon itu.
Kepada para pemimpin dunia, Wang berkata bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden punya "pandangan yang sesat" tentang Tiongkok. Dia menuding AS ingin merusak reputasi Tiongkok demi "mengalihkan perhatian dari masalah dalam negerinya sendiri".
Baca: Kaitkan Insiden Balon dengan Pemilu AS, Rusia: Akan Ada Pokemon & UFO
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Amerika Serikat di sini.