TRIBUNNEWSWIKI.COM - Unidentified flying object (UFO) atau objek terbang tak dikenal yang ditembak jatuh oleh Amerika Serikat (AS) di Alaska bisa jadi hanya balon biasa.
Sebuah komunitas penggemar balon bernama Northern Illinois Bottlecap Balloon Brigade mengklaim salah satu balon mereka hilang di Alaska pada hari Sabtu, (11/2/2023). Pada hari yang sama, jet tempur F-22 milik AS juga menembak jatuh UFO di daerah Yukon, Kanada.
Dalam unggahan di blog, komunitas itu tidak secara tegas mengaitkan balon yang hilang dengan UFO yang ditembak AS. Namun, lintasan yang ditempuh balon itu seolah memperlihatkan adanya kaitan balon itu dengan UFO yang ditembak AS.
Apabila UFO itu memang benar sebuah balon, artinya AS menghabiskan dana $439.000 atau sekitar Rp6,6 miliar hanya untuk menembak jatuh balon yang harganya hanya $12 atau Rp182.000.
"Sekarang kami menyebut balon K9YO itu hilang," kata komunitas itu melalui laman mereka, dikutip dari The Guardian, (18/2/2023).
Baca: Kaitkan Insiden Balon dengan Pemilu AS, Rusia: Akan Ada Pokemon & UFO
Menurut komunitas itu, ketinggian balon terakhir kalinya, yang tercatat secara elektronik, ialah 11.560 meter. Balon itu terbang di dekat Pulau Hagemeister, sekitar pantai utara Teluk Bristol.
Adapun UFO yang ditembak di langit Yukon itu adalah UFO kedua yang ditembak oleh AS setelah insiden "balon mata-mata" Tiongkok.
Baca: Bersama Xi Jinping, Joe Biden Akan Bahas Insiden Balon Mata-Mata Tiongkok
Pada bulan Februari ini AS telah menembak tiga UFO setelah menembak balon Tiongkok. Menurut pejabat AS, ketiganya tidak membahayakan dan kemungkinan besar terkait dengan penelitian iklim atau aktivitas komersial.
Pada hari Kamis lalu Presiden AS Joe Biden akhirnya buka suara tentang objek tak dikenal itu setelah mendapat tekanan dari DPR AS.
"Saat ini tak ada yang memperlihatkan bahwa ketiga objek itu terkait dengan program balon mata-mata Tiongkok atau ketiganya adalah alat spionase dari negara lain," kata Biden.
Biden mengklaim dia memerintahkan militer untuk menembah jatuh ketiga objek itu karena mengancam penerbangan sipil. Akan tetapi, beberapa pengamat menyebut perintah penembakan itu terlalu berlebihan.
Menurut informasi di laman resmi, Northern Illinois Bottlecap Balloon Brigade adalah kelompok pencinta balon pico yang didirikan sejak bulan Juni 2021. Balon pico memiliki diameter 32 inci dan kelilingnya 100 inci. Balon itu terbang pada ketinggian 32.000 hingga 50.000 kaki, mirip seperti ketinggian pesawat komersial.
Balon pico memiliki alat pelacak, panel surya, dan paket antena. Menurut Aviation Week, balon itu ditujukan untuk keperluan hobi dan harganya dibanderol mulai dari $12.
Baca: Jepang Sebut UFO yang Terbang di Wilayahnya Adalah Balon Mata-Mata Tiongkok
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang UFO di sini.