Yayasan di Iran Tawarkan Hadiah Tanah untuk Penikam Salman Rushdie

Yayasan ini memberikan hadiah tanah pertanian seluas 1.000 meter persegi kepada penikam Salman Rushdie.


zoom-inlihat foto
Salman-Rushdie-dibawa.jpg
HORATIO GATES / AFP
Salman Rushdie dibawa ke dalam helikopter beberapa saat setelah ditikam di Chautauqua, New York, Amerika Serikat.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah yayasan di Iran menawarkan hadiah berupa lahan pertanian kepada pria yang menikam sastrawan Salman Rushdie.

Rushdie ditikam saat berada di atas panggung ketika menghadiri acara sastra di New York, Amerika Serikat (AS). Akibat tikaman itu, Rushdie harus kehilangan satu mata.

Lembaga bernama "Yayasan untuk Menerapkan Fatwa Imam Khomeini" itu turut memuji tindakan penikaman terhadap Rushdie.

"Kami dengan tulus berterima kasih kepada pemuda Amerika itu, yang membuat para muslim senang karena membutakan salah satu mata Rushdie dan membuat salah satu tangannya cacat," kata Mohammad Esmail Zarei selaku sekretaris yayasan itu, dikutip dari Reuters, (21/2/2023).

"Rushdie kini tak lebih dari mayat hidup dan untuk menghormati aksi yang berani ini, lahan pertanian seluas sekitar 1.000 meter persegi akan disumbangkan kepada pemuda itu atau perwakilan hukumnya," kata dia menambahkan.

Baca: J.K. Rowling Diancam setelah Komentari Penikaman Salman Rushdie

Penikaman itu terjadi 33 tahun setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, mengeluarkan fatwa yang isinya meminta umat Islam untuk membunuh Rushdie. Rushdie dicela setelah novelnya yang berjudul Ayat-Ayat Setan diterbitkan. Beberapa orang menyebut novel itu sebagai penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Novel yang kontroversial itu juga memunculkan petaka bagi orang yang terlibat dalam penerbitan novel itu. Sebagai contoh, Hitoshi Igarashi yang menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa Jepang ditikam hingga tewas tahun 1991.

Baca: Media Garis Keras di Iran Puji Hadi Matar yang Tikam Salman Rushdie

Rushdie sendiri lahir di India tahun 1947 dan berasal dari keluarga muslim Kashmir. Dia terpaksa bersembunyi Inggris selama 9 tahun dan dilindungi oleh polisi Inggris.

Ketika Presiden Mohammad Khatami berkuasa di Iran pada akhir dekade 1990-an, pemerintahannya berusaha menjauhkan diri dari fatwa itu. Namun, Rushdie tetap menjadi buruan dan fatwa itu tidak pernah ditarik kembali.

Penerus Khomeini, yakni Ayatollah Ali Khamenei, melalui Twitter menegaskan bahwa fatwa terhadap Rushdie tak bisa ditarik kembali. Karena pernyataan itu, akun Khamenei dinonaktifkan oleh Twitter.

Sementara itu, Hadi Matar, pria penikam Rushdie, tidak mengaku bersalah atas tindakannya. Akun media sosial Matar menunjukkan bahwa dia bersimpati kepada ekstremis Syiah dan Garda Revolusi Islam Iran.

Baca: Hadi Matar, Penikam Salman Rushdie, Bersikeras Mengaku Tak Bersalah

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Salman Rushdie di sini.

 

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved