Hadi Matar, Penikam Salman Rushdie, Bersikeras Mengaku Tak Bersalah

Hadi Matar yang menikam Salman Rushdie diduga bersimpati kepada kelompok ekstremis.


zoom-inlihat foto
Penulis-Salman-Rushdie.jpg
JOEL SAGET / AFP
Penulis Salman Rushdie ketika sesi foto di Paris, Prancis, (10/9/2018).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hadi Matar, penikam penulis terkenal Salman Rushdie, mengaku tak bersalah ketika disidang.

Pemuda berusia 24 tahun asal Fairview, New Jersey, Amerika Serikat (AS), itu didampingi oleh pengacaranya, Nathaniel Barone.

Matar menikam Rushdie saat penulis novel Ayat-Ayat Setan itu menyampaikan kuliah di Lembaga Chautauqua di New York.

Polisi mengatakan Matar bergegas menuju ke pangggung tempat Rushdie berada dan menusuknya.

Rushdie kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter.

Dia menjalani operasi dan harus memakai ventilator. Rushdie juga belum bisa berbicara pada Jumat malam.

Akibat tikaman itu, Rushdie diperkirakan akan kehilangan satu matanya.

Baca: Salman Rushdie Tak Lagi Gunakan Ventilator & Mulai Bisa Berbicara

Banyak penulis dan politikus di seluruh dunia yang mengutuk aksi penikaman itu.

Presiden AS Joe Biden turut buka suara atas tindakan itu. Dia menyinggung "tujuan universal" yang disampaikan Rushdie dalam karya-karyanya.

"Kebenaran, Keberanian, Keteguhan. Keahlian untuk berbagi gagasan tanpa rasa takut," kata Biden dikutip dari Canberra Times, (14/8/2022).

"Ini adalah hal yang penting dalam setiap masyarakat yang merdeka dan bebas.

Hingga kini belum ada informasi tambahan dari pihak berwenang mengenai penyelidikan kasus itu.

Baca: Salman Rushdie Penulis The Satanic Verses Ditikam di Panggung, Alami Kerusakan Hati hingga Mata

Pada hari Jumat polisi mengaku belum menemukan motif Matar menikam Rushdie.

Namun, akun media sosial Matar menunjukkan bahwa dia bersimpati kepada ekstremis Syiah dan Garda Revolusi Islam Iran.

Pengacara Matar buka suara untuk menanggapi penyelidikan ini.

"Kita sepertinya berada dalam tahap awal, terus terang, dalam kasus seperti ini, saya pikir yang penting untuk diingat adalah orang-orang harus tetap berpikiran terbuka," kata Barone.

Saksi mata mengatakan Matar tidak berbicara ketika dia menyerang Rushdie.

Jaksa mengatakan Rushdie telah ditikam sebanyak sepuluh kali, Selain itu, menurut jaksa, serangan itu telah direncanakan.

Matar diduga pergi ke Lembaga Chautauqua menggunakan bus dan membeli tiket untuk masuk ke acara Rushdie.

Orang-orang yang hadir mengatakan tidak ada pengecekan keamanan yang jelas di sana.

Baca: Raymond Briggs, Penulis & Ilustrator Buku Anak, Meninggal pada Usia 88 Tahun

Salman Rushdie dibawa ke dalam helikopter beberapa saat setelah ditikam di Chautauqua, New York, Amerika Serikat.
Salman Rushdie dibawa ke dalam helikopter beberapa saat setelah ditikam di Chautauqua, New York, Amerika Serikat. (HORATIO GATES / AFP)




Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved