TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan negaranya telah mengumpulkan 11,4 juta dolar untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi Turki-Suriah, menurut kantor berita resmi Bernama.
Anwar membuat pengumuman tersebut setelah melakukan perjalanan singkat ke Turki, di mana dia bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan mengunjungi beberapa daerah yang paling terpukul di negara tersebut, termasuk kota Nurdagi dan Gaziantep.
Dia mengatakan sekitar 250 personel Malaysia berada di Turki, membantu upaya pencarian dan penyelamatan, menurut pernyataan dari kantornya.
Baca: Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas Tembus 40.000, Jutaan Anak Terdampak
Baca: Kisah Para Korban Gempa Turki-Suriah yang Masih Bisa Diselamatkan Seminggu Setelah Bencana
Dilansir dari Al Jazeera, perdana menteri juga berjanji untuk mengirim tim ke Suriah minggu depan untuk membantu operasi pemulihan di sana.
Turki juga menggalang 6 miliar dolar untuk korban gempa
Penggalangan dana Turki telah mengumpulkan sekitar 6,1 miliar dolar untuk membantu korban gempa, seperti yang diberitakan Anadolu Agency.
Para pendonasi ini termasuk politisi Turki, lembaga negara dan warga negara, lapor agensi tersebut.
Bank Sentral Turki adalah pendonasi terbesar, menjanjikan 1,6 miliar dolar , sementara bank Ziraat dan Vakif menyumbangkan masing-masing 1 miliar dolar dan 637 juta dolar.
PBB : Kami Gagal Bantu Korban Gempa Suriah dengan Cepat
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (12/2/2023) mengakui gagal mengirim bantuan cepat yang dibutuhkan korban gempa Suriah.
PBB mengatakan, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 34.000 di Suriah dan Turkiye dapat meningkat lebih tinggi.
Konvoi PBB yang mengangkut bantuan untuk Suriah tiba lewat Turkiye.
Namun, kepala bantuan badan itu yakni Martin Griffiths mengatakan bahwa masih lebih banyak dibutuhkan untuk jutaan orang yang rumahnya hancur.
"Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut. Mereka merasa ditinggalkan. Mencari bantuan internasional yang belum tiba," tulis Griffiths di Twitter, dikutip dari Kompas.com.
Baca: Petugas Penyelamat Arab Saudi Masih Lanjutkan Operasi Bantuan di Turki yang Dilanda Gempa
Baca: Banyak Bangunan di Turki Roboh, Puluhan Kontraktor Ditangkap
Saat meninjau kerusakan di Turkiye selatan pada Sabtu (11/2/2023), Griffiths menyebutkan jumlah korban bakal berlipat ganda atau lebih karena peluang menemukan korban selamat bisa memudar setiap hari.
Bantuan lambat tiba di Suriah dan sebagian negara masih di bawah kendali pemberontak yang memerangi pemerintah Presiden Bashar Al-Assad.
Koresponden AFP menyaksikan konvoi 10 truk PBB menyeberang ke Suriah barat laut lewat perbatasan Bab Al-Hawa.
Truk-truk tersebut membawa perlengkapan perlindungan, terpal plastik, tali, selimut, kasur dan karpet.
Bab Al-Hawa merupakan satu-satunya titik bantuan internasional untuk menjangkau orang-orang di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah setelah hampir 12 tahun perang saudara. Penyeberangan lainnya ditutup karena tekanan dari China dan Rusia.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu Assad di Damaskus pada Minggu (12/2/2023).
Ia mengatakan, Assad siap membuka penyeberangan perbatasan agar dapat membantu memasukkan bantuan ke barat laut yang dikuasai pemberontak.
"Dia akan mempertimbangkan titik akses lintas batas tambahan untuk keadaan darurat ini," kata Tedros kepada wartawan, dikutip dari kantor berita AFP.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Putradi Pamungkas/Kaa)