TRIBUNNESWIKI.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Turki dan Suriah kini menembus angka 40.000 jiwa.
Pihak berwenang di Turki menyebut ada 35.418 orang di negara itu yang tewas. Sementara itu, PBB dan pemerintah Suriah menyebut jumlah korban meninggal di Suriah mencapai lebih dari 5.800 orang.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sudah ada lebih dari 8.000 orang yang berhasil dievakuasi dari puing-puing bangunan dalam kondisi selamat.
Sehubungan dengan banyaknya gedung yang roboh, Erdogan menyebut aturan pendirian bangunan harus diperketat. "Robohnya bangunan mengingatkan pemerintah akan perlunya aturan pendirian bangunan yang lebih ketat," kata dia dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.
Erdogan menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evakuasi hingga korban terakhir yang terjebak oleh puing-puing bangunan bisa diselamatkan.
Baca: Kisah Para Korban Gempa Turki-Suriah yang Masih Bisa Diselamatkan Seminggu Setelah Bencana
PBB memperkirakan 5,3 juta warga di Suriah akan telantar atau kehilangan tempat tinggal. Kemudian, ada hampir 900.000 orang di Turki dan Suriah yang membutuhkan bantuan makan.
Sementara itu, diperkirakan ada lebih dari 7 juta anak yang terdampak oleh gempa Turki-Suriah.
"Di Turki, jumlah anak yang tinggal di 10 provinsi yang diguncang oleh dua gempa itu adalah 4,6 juta anak. Di Suriah, 2,5 juta anak terdampak," kata James Elder selaku juru bicara UNICEF, badan PBB yang mengurusi bidang anak-anak, dikutip dari Al Jazeera.
"UNICEF khawatir ada ribuan anak yang tewas." Elder mengatakan jumlahnya akan bertambah.
Baca: Petugas Penyelamat Arab Saudi Masih Lanjutkan Operasi Bantuan di Turki yang Dilanda Gempa
Setara uji nuklir terbesar
Ahli geologi bernama Jackie Caplan-Aurbach mengatakan dua gempa di Turki pekan lalu setara dengan uji nuklir terbesar di dunia.
Menurut dia, gempa itu adalah peristiwa yang benar-benar tragis. Dia menyebut gempa itu adalah sesuatu yang tidak biasa di Turki selatan. Daerah itu memang rawan gempa, tetapi belum ada gempa sebesar itu jangka waktu yang tidak lama.
Peneliti asal Universitas Wasington Barat, Amerika Serikat, itu mengatakan banyaknya jumlah penduduk menyebabkan jumlah korban juga menjadi lebih banyak.
Dia menyebut gempa itu terjadi pada kedalaman yang sangat dekat dengan permukaan sehingga bencana itu menjadi lebih buruk.
Baca: Banyak Bangunan di Turki Roboh, Puluhan Kontraktor Ditangkap
"Gempa ini sangat, sangat besar," kata dia dikutip dari Anadolu Agency.
"Ini adalah gempa yang sangat besar. Gempa ini bermagnitudo 7,8. Kemungkinan setara dengan uji nuklir terbesar yang pernah dilakukan."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang gempa Turki di sini.