Banyak Bangunan di Turki Roboh, Puluhan Kontraktor Ditangkap

Diperkirakan ada 131 orang diburu karena dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya banyak bangunan di Turki.


zoom-inlihat foto
Ilyas-AKENGINAFP77.jpg
Ilyas AKENGIN/AFP
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian di antara puing-puing bangunan yang runtuh di Adiyaman, Turki pada 9 Februari 2023, tiga hari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki tenggara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Turki dilaporkan menangkap puluhan kontraktor yang terlibat dalam pendirian bangunan yang pada akhirnya roboh akibat gempa.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan surat perintah penangkapan telah dikeluarkan. Diperkirakan ada 131 orang diburu karena dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya banyak bangunan.

Turki memang memiliki aturan atau standar pendirian bangunan yang tahan gempa. Namun, standar itu jarang dipenuhi oleh bangunan di sana.

Melansir pemberitaan Sky News, (13/2/2023), Menteri Kehakiman Turki telah berjanji untuk menghukum siapa pun yang dinilai bertanggung jawab. Jaksa juga mulai mengumpulkan sampel bangunan guna mencari bukti material yang digunakan dalam pembangunan.

Kantor berita Anadolu Agency melaporkan bahwa pihak berwenang di Provinsi Gaziantep juga telah menangkap dua orang yang diduga mengurangi jumlah tiang demi bisa membuat ruang yang lebih banyak di dalam sebuah bangunan. Bangunan turut runtuh akibat gempa.

Turki sudah mengumumkan rencana pembentukan badan yang bertugas menyelidiki kejahatan yang dilakukan para kontraktor. Badan itu akan mengumpulkan bukti-bukti dan mengecek izin pembangunan.

Baca: Info Terkini Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas Tembus 33.000 Jiwa

Banyak yang tak penuhi standar

Menurut pakar, Turki selama bertahun-tahun tidak memaksakan agar bangunan sesuai dengan standar. Selain itu, Turki disebut mengizinkan banyaknya pembangunan di area yang rawan terdampak gempa.

Para pakar geologi dan insinyur sebenarnya sudah lama memperingatkan hal itu.

Baca: Banyak Korban Tewas di Turki, Pakar Soroti Bangunan yang Tak Penuhi Standar

"Ini adalah bencana yang disebabkan oleh konstruksi yang buruk, bukan disebabkan oleh gempa bumi," kata David Alexander, pakar perencanaan darurat di University College London, dikutip dari Associated Press, (12/2/2023).

Sementara itu, Eyup Muchu selaku Presiden Dewan Arsitek di Turki mengatakan ada banyak bangunan di area rawan gempa yang dibuat dengan material dan metode yang buruk. Bangunan itu sering kali tidak sesuai dengan standar pemerintah.

Kata dia, aparteman baru yang didirikan beberapa tahun belakangan juga tidak memenuhi standar. Padahal, standar pembangunan sudah ditetapkan hampir dekade sebelumnya.

"Bangunan di area ini lemah dan tidak kokoh, terlepas dari kenyataan adanya gempa," kata Muhcu.

Pakar mengklaim masalah itu diabaikan lantaran penangananya akan membutuhkan biaya besar, kurang disukai, dan menghambat pertumbuhan ekonomi negara itu.

Gempa yang terjadi pada hari Senin, (6/2/2023), pukul 04.17 itu diperkirakan menghancurkan 12.000 bangunan.

Baca: Bayi Baru Lahir dan Ibunya Selamat Setelah Empat Hari Terjebak Direruntuhan Gempa Turki-Suriah:

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Turki di sini.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved