TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Perdana Menteri (PM) Italia, Silvio Berlusconi, menyalahkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, atas perang yang terjadi di Ukraina.
Berlusconi bersilang pendapat dengan PM Italia saat ini, Giorgia Meloni, yang dikenal getol membela Ukraina.
Mantan PM itu sudah lama menjadi teman dekat Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dia mengklaim perang di Ukraina tak akan pernah terjadi apabila Zelenskiy "berhenti menyerang dua republik otonom di Donbass".
Berlusconi menilai tindakan Zelenskiy itu "sangat buruk". Dia juga mengkritik Meloni karena menggelar pertemuan dengan Zelenskiy. Politikus itu mengklaim tak akan melakukan hal yang sama apabila dia masih menjadi PM.
Komentar Berlusconi itu segera dicela oleh kantor Meloni. Menurut pihak Meloni, dukungan pemerintah Italia untuk Ukraina itu "kuat dan teguh". Dukungan untuk negara bekas Uni Soviet itu juga sudah jelas dinyatakan dalam kebijakan pemerintah dan parlemen.
Baca: Berlusconi Sebut Putin Kobarkan Perang di Ukraina karena Didesak Rakyatnya
Pada hari Senin, (13/2/2023), Oleg Nikolenko selaku penasihat Zelenskiy mencela komentar Berlusconi.
"Dengan menyebarkan propaganda Rusia, dia mendorong Rusia untuk melanjurkan kejahatannya terhadap Ukraina, dan selanjutnya dia memikul tanggung jawab politik dan moral," kata Nikolenko dikutip dari Associated Press.
"Tudingan Berlusconi yang tidak masuk akal terhadap Presiden Ukraina adalah upaya untuk mencium tangan Putin yang berlumur darah sampai siku."
Baca: Pernah Sebut Putin Pemimpin Nomor Satu, Mantan PM Italia Berlusconi Kini Kecewa dengan Putin
Pekan lalu Meloni bertemu dengan Zelenskiy di sela-sela konferensi tingkat tinggi di Brussels, Belgia. Dia berencana mengunjungi Ukraina sebelum perang di sana genap berlangsung satu tahun.
Melon sebelumnya sempat memperingatkan Berlusconi tentang hubungan pertemanannya dnegan Putin. Melon menegaskan bahwa dia sangat pro-NATO dan mendukung kebijakan Eropa dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Peringatan terakhir dari Meloni muncul setelah Berlusconi sesumbar telah berkontak lagi dengan Putin dan bertukar hadiah vodka dan anggur saat ulang tahunnya pada bulan September lalu.
Berlusconi mengatakan Presiden Amerika Serikat Joe Biden bisa membantu mengakhiri perang di Ukraina dengan cara menawari Zelenskiy dana senilai triliunan dolar demi membantu pembangunan kembali negaranya.
"Hanya sesuatu seperti itu yang bakal meyakinkan pria ini (Zelenskiy) untuk menyetujui gencatan senjata," kata Berlusconi setelah memberikan suaranya dalam pemilu regional.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Ukraina di sini.