TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengaku sangat kecewa dan sedih atas apa yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Berlusconi merasa Putin harus bertanggung jawab penuh atas invasinya ke Ukraina.
Putin dan Berlusconi dikenal bersahabat dekat selama bertahun-tahun. Namun, Berlusconi kini harus mengkritik sahabatnya itu.
"Saya mengenalnya 20 tahun lalu dan dia terlihat seperti orang yang menyukai demokrasi dan perdamaian ... betapa menyedihkannya," kata Berlusconi saat menghadiri rapat Partai Forza Italia di Roma, (9/4/2022), dikutip dari Reuters.
Ini adalah pertama kalinya Berlusconi buka suara di depan umum untuk mengomentari invasi Rusia.
Pada tahun 2015 Berlusconi pernah menyebut Putin sebagai "nomor satu di antara para pemimpin dunia".
Bahkan, dia juga pernah menyebut pemimpin berusia 69 tahun itu seperti adik laki-laki baginya.
Baca: Stasiun Kromatorsk Ukraina Dihantam Roket Rusia: 50 Orang Tewas, 5 Diantaranya Anak-anak
Keduanya saling berkunjung di Rusia dan Italia dan berfoto bersama selama kunjungan resmi.
Berlusconi kini berusia 85 tahun dan menjabat sebagai PM Italia selama beberapa kali, yakni pada tahun 1994—1995, 2001—2006, dan 2008—2011.
"Serangan terhadap Ukraina, alih-alih membawa Rusia bergabung dengan Eropa telah menyebabkan Rusia dekat dengan Cina ... betapa menyedihkannya," kata dia.
Serangan besar akan dilancarkan
Sementara itu, Ukraina tengah mempersiapkan diri karena Rusia diduga bakal melancarkan serangan besar di wilayah Donbas.
"Sebentar lagi, orang-orang akan menghadapi serangan," kata Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk dikutip dari Euronews, (7/4/2022).
Dia meminta warga sipil untuk segera mengevakuasi diri selagi masih ada waktu.
Baca: Presiden Ukraina Sebut Situasi di Borodyanka Jauh Lebih Mengerikan daripada di Bucha
"Kita tidak akan bisa melakukan apa pun untuk membantu mereka [jika serangan telah dimulai]," kata dia.
Vereshchuk mengatakan para pemimpin di Donetsk dan Luhansk serta Khariv kini berupaya melakukan evakuasi menjelang serangan Rusia.
Sementara itu, Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan situasi Donetsk saat ini tengah memanas.
"Kami dengan kuat menguasai seluruh wilayah, tetapi situasi di semua tempat menegangkan," kata Kyrylenko dikutip dari France24.
Menurutnya, saat ini situasi yang tersulit berada di sekitar Kota Izyum. Diperkirakan ketegangan akan meningkat di sana.
"Musuh mengebom semua tempat, sejumlah tempat di sepanjang jalur kontrol telah dihancurkan dengan pengeboman," kata dia.
Baca: Beredar Video Tentara Ukraina Diduga Menembak Mati Tawanan Perang Rusia
Baca: Ukraina Sebut Pertempuran Besar di Donbas Akan seperti Perang Dunia II
Pemerintah Ukraina memperkirakan situasi akan memburuk karena pasukan Rusia berusaha mengepung pasukan Ukraina.
"Saya telah berkata sebelumnya dan akan berkata lagi: warga sipil harus meninggalkan daerah ini sekarang."
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini