FX Hadi Rudyatmo memiliki istri yang bernama Elisabeth Endang Prasetyaningsih.
Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai lima orang anak, yaitu Chatarina Reny Endryastutik, Andreas Rheo Yuliana Fernandez, Cornelius Ferdiman Ridma Hiersa, Matheus Rizky Bayu Himawan, dan Florentina Renatha Keysa Aurelia Permatasari.
FX Rudyatmo dikenal gemar berolahraga.
Baca: Respons PDI Soal Kesiapan Gibran Rakabuming Raka Maju Jadi Cagub 2024
Baca: Pernah Sebut Ganjar The Next Jokowi, GP Mania Kini Tuding Tak Punya Nyali : Kami Salah Menilai
Di beberapa kesempatan ia kerap kali mengajak seluruh ASN untuk bersepeda di setiap Jumat pagi.
Kegiatan tersebut ia namakan Mider Praja, berkeliling kota setiap Jumat pagi dilanjutkan dengan pelaksanaan program kerja kedinasan.
Selain itu, ia juga hobi memanah, joging, hingga sepak bola.
Sebagai pemimpin Kota Solo, ia juga terkenal dekat dengan masyarakatnya.
Tak jarang ia melakukan 'blusukan' seperti yang dilakukan Jokowi untuk mengetahui masalah dan menyelesaikannya saat itu juga.
Hal terbaru, Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengkritik kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka.
Kritikan keras terlontar terutama lantaran kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ugal-ugalan di mana proses penetapannya tidak melibatkan DPRD Solo.
"Tidak pernah dilakukan. Dengan partai, dengan legislatif tidak ada komunikasi," terangnya kepada TribunSolo.com ditemui di kediamannya Pucangsawit, Kota Solo, Kamis (9/2/2023).
Selain itu kata Ketua DPC PDIP Solo, sebagai petugas partai, Gibran harusnya merepresentasikan aspirasi dari partai.
Saat kebijakannya tidak berpihak pada rakyat, maka keberpihakan PDIP juga dipertanyakan.
"Rakyat itu tahunya bahwa kebijakan pemerintah itu berasal dari kebijakan politik partai. Kebijakan politik partai dirumuskan dari rumusan anak ranting, ranting, PAC, DPC," jelasnya.
Menurut FX Rudy sapaan akrabnya, kebijakan yang diputuskan kepala daerah merupakan hasil dari penjaringan aspirasi partai.
"Setelah menjadi kebijakan, kita punya petugas Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita kirim ke sana menjadi kebijakan pemerintah. Dikira begitu ya repot, PDIP hancur," ungkapnya.
Meski hasil DPRD Kota Solo dan Wali Kota Solo kemudian sepakat untuk membatalkan kenaikan PBB.
Harusnya kata dia, mencari potensi lain untuk mengejar target PAD.
"Jangan memunggungi rakyat itu pesan saya. Kedua habis masa pandemi jangan memberikan pada rakyat dulu. Percepatan boleh tapi ojo naikkan itu dulu," lanjut dia.
(TRIBUN SOLO/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)
Sebagian artikel ini telah tayang di TRIBUN SOLO dengan judul Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy Kritik Keras Cara Gibran Bikin Kebijakan : Naikkan PBB Tak Komunikasi