Komentator TV Rusia Singgung Holocaust, Sebut Negara Baltik 'Dikuasai Nazi'

Komentator TV Rusia menyebut para pemimpin di negara Baltik adalah "pewaris" Nazi yang mengobarkan Perang Dunia Kedua.


zoom-inlihat foto
Komentator-TV-Rusia.jpg
Twitter/gerashchenko
Seorang komentator dalam acara TV pemerintah Rusia menyampaikan pendapat tentang negara-negara Baltik.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang komentator di TV pemerintah Rusia mengklaim negara-negara Baltik "dikuasai oleh Nazi". Negara Baltik adalah sebutan untuk Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Adapun komentator lainnya menyebut para pemimpin di negara Baltik adalah "pewaris" Nazi yang mengobarkan Perang Dunia Kedua.

Pernyataan para komentator itu dibagikan di Twitter oleh Anton Gerashchenko, penasihat Kemendagri Ukraina, melalui unggahan video pendek.

"Sejujurnya, ini adalah salah satu video terburuk dan paling menjijikkan mengenai propaganda Rusia yang pernah saya lihat," kata Gerashchenko dikutip dari Newsweek, (25/1/2023).

Video itu diawali dengan pembukaan panel diskusi tentang Joseph Borrel yang menjabat sebagai kepala urusan kebijakan luar negeri di Uni Eropa.

Pekan lalu Borrel menegaskan pentingnya mengirim tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina. Menurut dia, tank itu "tidak hanya untuk memukul mundur [Rusia], yang menjadi hal kini mereka [Ukraina] lalukan, tetapi merebut kembali wilayah [dari pendudukan Rusia]".

Baca: Zelenskiy Tolak Serahkan Wilayah Ukraina demi Akhiri Perang: Mirip Nazi Tahun 1938

Ucapan Borrel itu kemudian ditanggapi oleh seorang komentator dari Rusia.

"[Borrel] mulai berkata kepada kita tentang apa yang berhak kita lakukan dan apa yang tidak berhak kita lakukan, demi kepentingan warga Eropa. Jadi, di sini, setiap warga Rusia atau keturunan warga Soviet yang memenangkan Perang Dunia Kedua, ingin melakukan sesuatu yang sangat kasar dan kejam kepada Borrell ... 6 juta orang Yahudi dilenyapkan oleh orang Eropa yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Mereka dibantai! Warga Eropa! 6 juta orang Yahudi".

"Mereka melakukan Holocaust itu, dan semua orang ini adalah keturunan mereka yang melakukannya, termasuk Borrell," kata komentator itu.

Baca: Picu Kekhawatiran, Milisi Neo-Nazi Rusia Kumpulkan Data Intelijen

Pada hari Selasa, (24/1/2023), Gerashchenko juga membagikan video lainnya tentang acara diskusi di TV Rusia.

Dalam video itu seorang komentator mengklaim bahwa Ukraina bukanlah negara tersendiri karena Ukraina pernah menajdi bagian dari Soviet bersama dengan Rusia. Dia juga mengklaim Ukraina, Moldova, dan negara-negara Baltik dikuasai oleh pemerintahan yang dijalankan politikus Nazi.

"Tahun 1945 kita mengakhiri [Perang Dunia Kedua] di Berlin. Tetapi kini pertempuranya terjadi di Ukraina. Wilayah negara saya yang diduduki, lagi pula saya lahir di Uni Sovier, adalah Ukraina, Moldova, dan negara-negara Baltik. Seperti itu."

"Wilayah-wilayah itu diduduki dan dikuasi oleh Nazi, Nazi asli."

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal invasi pernah menegaskan bahwa keberadaan pasukannya di Ukraina ditujukan untuk "mende-Nazifikasi" Ukraina. Namun, klaim Putin itu dicela dan dituding sebagai kebohongan oleh masyarakat internasional.

Klaim tersebut tidak kuat, salah satunya karena Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy adalah keturunan Yahudi. Dia bahkan kehilangan anggota keluarganya karena Holocaust.

Baca: Berpidato pada Peringatan Victory Day, Putin Tegaskan Pasukannya Sedang Melawan Nazi

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved