TRIBUNNEWSWIKI.COM - Task Force Rusich, kelompok paramiliter "neo-Nazi" Rusia, meminta anggotanya mengirimkan data intelijen tentang aktivitas militer dan aktivitas lain di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Estonia.
Langkah itu memicu kekhawatiran bahwa Task Force Rusich berencana menyerang tiga negara anggota NATO itu.
Task Force Rusich adalah milisi sayap kanan dan punya hubungan dengan Kremlin. Kelompok itu kini ikut berperang di Ukraina serta memiliki kaitan dengan Grup Wagner.
Pekan lalu anggota kelompok itu diminta memberikan informasi tentang pos-pos di perbatasan dan pergerakan militer di tiga negara bekas Uni Soviet itu.
Kabar itu memunculkan pertanyaan tentang siapa yang menjadi pemimpin Task Force Rusich yang bertempur di Ukraina.
Sumber anonim menyebutkan bahwa langkah tidak biasa yang diambil Rusich itu bisa menandakan adanya kekecewaan terhadap Kremlin dan jalannya perang di Ukraina.
Baca: Warga Rusia yang Kabur dari Mobilisasi Diejek, Dianggap Masih Bocah
Selain itu, sumber tersebut juga mengatakan bahwa Kremlin bisa kehilangan kendali atas kelompok paramiliter sayap kanan ekstrem. Kelompok itu diduga bisa menggunakan cara yang lebih ekstrem dalam perang di Ukraina. Oleh karena itu, muncul kekhawatiran bahwa negara NATO bisa saja diserang jika ada eskalasi.
Namun, sumber tersbeut menyebut Kremlin kemungkinan besar tidak terlibat langsung karena intelijen Kremlin pastinya sudah memiliki data tentang aktivitas militer di tiga negara NATO itu.
"Apakah itu menandakan ada perpecahan di dalam sistem Rusia? Apa yang terjadi jika Rusia kehilangan kendali atas mereka (kelompok paramiliter) dan mereka mulai melakukan tindakan buruk yang secara tidak sengaja bisa memanaskan situasi? Pertanyaan sebenarnya ialah seberapa besar kendali yang dipunyai oleh Kremlin?" kata sumber itu dikutip dari The Guardian, (12/12/2022).
Baca: Pedagang Senjata Viktor Bout Sebut Barat Ingin Hancurkan Rusia
Beberapa laporan terbaru menunjukkan bahawa beberapa kelompok paramiliter seperti Grup Wagner telah memiliki otonomi yang besar.
Kendati interaksi antara Rusich dan kanal daring yang terafiliasi dengan Grup Wagner telah diketahui, belum diketahui dengan jelas seberapa jauh Rusich beroperasi dengan pengawasan Wagner atau bahkan Kementerian Pertahanan Rusia.
Rusich menganggap dirinya sebagai pasukan sabotase dan pengintaian. Namun, upaya penggalangan dana yang dilakukan Rusich menunjukkan bahwa kelompok itu tidak mendapat dukungan yang memadai melalui operasi logistik Rusia.
Hari Rabu lalu, (7/12/2022), kanal Rusich di Telegram mengunggah pesan yang berisi permintaan kepada para pengguna Telegram di negara-negara Baltik untuk membagikan informasi tentang militer dan infrastruktur terkait secara anonim. Pesan itu dibaca oleh lebih dari 60.000 pengguna.
Baca: Di TV Rusia, Pakar Politik Sebut Zelenskiy Antikristus dan Setan Kecil
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini.