Berpidato pada Peringatan Victory Day, Putin Tegaskan Pasukannya Sedang Melawan Nazi

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa pasukan Rusia kini kembali melawan Nazi.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-6.jpg
NATALIA KOLESNIKOVA / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin dan warga Rusia lainnya membawa foto anggota mereka, yang menjadi tentara Perang Dunia II, ketika mengikuti peringatan Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskwa, 9 Mei 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidatonya pada peringatan Victory Day atau Hari Kemenangan, Senin (10/5/2022).

Dalam pidatonya di Lapangan Merah itu, Putin kembali menegaskan bahwa pasukan Rusia kini kembali melawan Nazi dan berjuang demi tanah air mereka.

"Kalian berjuang demi tanah air, demi masa depannya, sehingga tidak akan ada yang melupakan pelajaran yang diambil dari Perang Dunia II," kata Putin dikutip dari Reuters.

"Jadi, tidak ada tempat di dunia ini bagi para algojo, pengkritik pedas, dan Nazi."

Namun, Putin tidak menyebutkan adanya rencana untuk memulai perang besar untuk melawan Ukraina.

Sebelumnya, para pengamat dari Barat menduga Putin bakal memanfaatkan momen peringatan Hari Kemenangan untuk memobilisasi rakyatnya.

Hal ini karena pasukan Rusia hingga kini belum mendapatkan kesuksesan besar di Ukraina.

Seperti biasanya, Rusia turut menggelar parade militer pada acara peringatan tersebut.

Baca: Pimpin Parade Militer 9 Mei, Putin Bakal Berikan Peringatan Kiamat kepada Barat

Baca: Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022. (YURI KOCHETKOV / POOL / AFP)

Kemenangan Soviet pada Perang Dunia II merupakan hal yang sangat dipuja-puja oleh Rusia di bawah kepemimpinan Putin.

Putin bahkan membangkitkan kenangan akan "Perang Patriotik Besar" selama invasi di Ukraina yang dia sebut sebagai "operasi militer khusus".

Putin mengatakan perang di Ukraina mirip dengan tantangan yang dihadapi Uni Soviet ketika Adolf Hitler melakukan invasi tahun 1941.

Menurutnya, perang tersebut adalah pertempuran untuk melindungi warga berbahasa Rusia dari persekusi Nazi.

Selain itu, perang di Ukraina juga ditujukan untuk menjaga Rusia dari ancaman Amerika Serikat (AS).

Ancaman itu, kata dia, datang dalam bentuk perluasan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Baca: Kunjungi Makam Tentara Soviet, Dubes Rusia Dilempari Cat Merah Mirip Darah

Baca: Sumpah Vladimir Putin Tentang Kemenangan Rusia, Berharap Ukraina Punya Masa Depan yang Damai

Namun, Barat menganggap klaim fasisme yang disampaikan Putin tidak masuk akal.

Menurut Barat, Putin saat ini sedang melakukan perang atau agresi yang tidak dapat dibenarkan.

Uni Soviet dilaporkan kehilangan 27 juta rakyatnya pada Perang Dunia II, terbanyak di antara negara-negara yang terlibat perang.

Dalam beberapa tahun belakangan, Putin percaya bahwa Barat berupaya mengerdilkan kemenangan Soviet dan menulis ulang sejarah.

Invasi Rusia telah berlangsung lebih dari 2 bulan dan dilaporkan telah menewaskan ribuan orang.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy percaya diri bahwa Ukraina akan menang dalam perang melawan Rusia.

"Pada Hari Kemenangan atas Nazi, kita berjuang demi kemenangan baru. Jalan menuju ke sana sulit, tetapi kita tidak ragu bahwa kita bakal menang," kata Zelenskiy.

Baca: Kasus Menlu Rusia Sebut Hitler Punya Darah Yahudi, Putin Minta Maaf kepada Israel

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Vladimir Putin di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved