Disanksi, Rusia Disebut Masih Bisa Mengimpor Teknologi dari Tiongkok

Rusia masih bisa mengimpor sejumlah teknologi dari Tiongkok meski dijatuhi sanksi.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-berpidato.jpg
MIKHAIL METZEL / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato pada forum Valdai Discussion Club di Moskwa, Rusia, (27/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia masih bisa mengimpor sejumlah teknologi dari Tiongkok meski negara itu dijatuhi sanksi besar-besaran karena menginvasi Ukraina.

Hal itu diungkap oleh Silverado Policy Accelerator (SPA), sebuah lembaga penelitian di Amerika Serikat (AS), yang telah memeriksa data perdagangan.

Menurut SPA, Rusia masih bisa mendapatkan teknologi seperti semikonduktor. Ini sebagian karena peran Tiongkok dan Hongkong. Teknologi itu bisa digunakan dalam industri pertahanan Rusia.

Selain itu, hasil studi SPA memperlihatkan bahwa aktivitas impor yang dilakukan Rusia telah pulih. Negara itu kini memiliki rantai pasokan untuk memproduksi barang jadi (consumer good), seperti ponsel pintar, berbagi peralatan, dan mobil.

Hujan sanksi sempat membuat jumlah perdagangan dengan Rusia anjlok. Namun, Sarah Stewart selaku CEO SPA dan penulis hasil studi itu mengatakan kini sudah peningkatan perdagangan sejumlah barang, termasuk cip.

Baca: Mantan Presiden Rusia: Kekalahan Rusia di Ukraina Bisa Picu Perang Nuklir

Segera setelah Rusia menyerbu Ukraina, AS dan puluhan sekutunya langsung menjatuhkan sanksi dan pembatasan ekspor. Sanksi itu membatasi Rusia dalam mendapatkan barang dan teknologi dari luar.

Dampak sanksi itu segera dirasakan Rusia. Pada bulan April 2022 jumlah impor Rusia anjlok hingga 43 persen lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sebelum invasi.

Kendati demikian, jumlah impor antara bulan Agustus dan Oktober 2022 hanya satu persen lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019.

Baca: Pesan Taksi untuk Kabur dari Perang, Tentara Rusia Terancam Dibui 15 Tahun

"Hanya karena ada penurunan pada periode awal, tidak berarti penurunan itu terus terjadi. Ada rekan baru dalam percampuran itu, jadi kita harus tetap memperhatikannya," kata Stewart dikutip dari Newsweek, (25/1/2023).

Impor cip dari Tiongkok

Pembatasan diberlakukan terhadap barang-barang yang digunakan untuk keperluan militer dan serta teknologi dari luar, seperti cip atau semikonduktor. Cip bisa digunakan untuk berbagai keperluan dari ponsel pintar hingga sistem rudal.

Aktivitas impor cip yang dilakukan Rusia sempat menurun. Namun, menurut hasil studi SPA, Rusia berhasil memulihkan jaringan impor di negara-negara yang tidak dijatuhi sanksi.

Baca: Rusia Diam-Diam Dikhianati oleh Sekutu Dekatnya, Bulgaria

Disebutkan bahwa Rusia terus mengimpor cip meski dalam jumlah yang lebih sedikit. Umumnya cip itu berasal dari Tiongkok dan Hong Kong.

Jumlah cip yang diekspor Tiongkok dan Hong Kong pada bulan November 2022 mencapai 55 persen dari jumlah rata-rata ekspor cip dari seluruh negara ke Rusia sebelum perang. Di samping itu, ada pula cip yang dikirimkan ke Rusia melalui negara ketiga.

Presiden Tiongkok Xi Jinping dikenal sebagai sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin. Xi juga memilih bersikap netral dalam persoalan Ukriana.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved