Rusia Diam-Diam Dikhianati oleh Sekutu Dekatnya, Bulgaria

Secara historis hubungan Bulgaria dengan Rusia cenderung lebih erat daripada dengan negara tetangganya.


zoom-inlihat foto
Mantan-Perdana-Menteri-Bulgaria-Kiril-Petkov.jpg
DIMITAR KYOSEMARLIEV / AFP
Mantan Perdana Menteri Bulgaria Kiril Petkov memberikan suaranya saat pemilu legislatif, Sofia, (2/10/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bulgaria dikabarkan mengkhianati Rusia karena secara diam-diam telah membantu Ukraina pada awal invasi.

Bulgaria termasuk dalam negara anggota Uni Eropa dan NATO. Namun, secara historis hubungan Bulgaria dengan Rusia cenderung lebih erat daripada dengan negara tetangganya.

Pada musim semi tahun 2022 lalu Bulgaria tiba-tiba menjadi salah satu eksportir solar terbesar bagi Ukraina. Bahkan, ekspor solarnya mencapai 40 persen dari kebutuhan Ukraina. Hal itu diungkapkan oleh mantan Menteri Keuangan Bulgaria Assen Vassilev kepada Die Welt.

Tak hanya mengirim solar, Bulgaria juga mengirim banyak senjata ke Ukraina.

"Kami memperkirakan ada sekitar sepertiga amunisi yang dibutuhkan oleh tentara Ukraina pada periode awal perang itu datang dari Bulgaria," kata mantan Perdana Menteri Bulgaria Kiril Petkov dikutip dari Newsweek.

Klaim itu juga didukung oleh pernyataan dari Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba. Dia sempat menceritakan bagaimana pasukan Ukraina kesulitan menjadi pasokan amunisi pada musim semi.

Baca: Rusia Disebut Putus Asa dan Minta Persenjataan kepada Iran & Korut

"Kami tahu bahwa gudang-gudang di Bulgaria memiliki banyak amunisi yang dibutuhkan. Jadi, Presiden Zelenskiy mengirim saya untuk mendapatkan material yang dibutuhkan itu," kata Kuleba kepada Die Welt.

Menurut Kuleba, tindakan yang dilakukan Petkov itu telah menunjukkan "integritasnya". Kuleba juga mengaku selalu berterima kasih kepada Petkov karena telah menggunakan "semua keterampilan politiknya" dalam mencari solusi atas kelangkaan amunisi dan bahan bakar.

Baca: Rusia Sebut Tank Canggih Kiriman Inggris Akan Terbakar di Ukraina

Kuleba meyakini pemerintahan Bulgaria pada saat itu memutuskan berada "di sisi yang benar". "Dan membantu kami mempertahan diri melawan musuh yang jauh lebih kuat."

Bawahan Zelenskiy itu juga berujar bahwa Petkov telah berjanji untuk melakukan "segalanya di dalam kekuasaannya" untuk membantu Kyiv. Namun, Petkov sendiri mengatakan bahwa hal itu tidak mudah.

Petkov menyebut pengiriman perbekalan itu kebanyak datang lewat pihak perantara yang diberi izin oleh pemerintah Bulgaria.

Beberapa hari setelah invasi Rusia dimulai, Petkov memecat Menteri Pertahanan Stefan Yanev lantaran lebih memilih menggunakan istilah "operasi militer khusus" daripada "perang". Rusia selalu menyebut apa yang dilakukannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus".

"Anda tidak bisa menyebutnya sebagai operasi ketika ada ribuan tentara dari satu pihak dan pihak lainnya telah tewas," kata dia melalui TV.

Baca: Mantan Panglima Rusia Peringatkan Kemungkinan Perang Saudara di Rusia

Di Bulgaria pada bulan April 2022 sempat digelar sebuah jajak pendapat mengenai dukungan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Hasilnya, jumlah dukung untuk Putin turun drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun pada bulan Mei parlemen Bulgaria menyetujui pengiriman bantuan teknis untuk tentara Ukraina. Namun, negara itu berhenti mengirim bantuan militer secara langsung.

(Tribunnewswiki)

Baca berita tentang Rusia di sini.

 

 

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved